PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Polres Pulang Pisau resmi memulai pembangunan Masjid Panggilan Subuh yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di halaman Mako Polres Pulang Pisau, Senin, 8 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah awal pembangunan rumah ibadah baru yang dirancang lebih representatif dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Kapolres Pulang Pisau, AKBP Iqbal Sengaji, dalam sambutannya menegaskan bahwa masjid tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi personel kepolisian, tetapi merupakan fasilitas ibadah bersama bagi umat Islam, termasuk masyarakat umum. “Saya sangat sepakat dengan apa yang disampaikan Bapak Bupati, bahwa masjid ini adalah rumah ibadah bersama. Artinya bukan hanya untuk anggota Polres, tetapi juga untuk umat Islam secara umum,” ujar AKBP Iqbal.

Ia menjelaskan, lokasi masjid yang berada tepat di tepi jalan dipilih agar masyarakat yang melintas dapat singgah dengan mudah, tanpa harus melewati pemeriksaan atau prosedur penjagaan yang berpotensi membuat sungkan. “Gerbang menuju masjid ini akan selalu terbuka. Masyarakat dipersilakan memanfaatkan fasilitas masjid sebaik-baiknya,” tambah Kapolres.

Pembangunan masjid baru ini bermula dari diskusi Kapolres dengan Bupati Pulang Pisau terkait kondisi masjid lama yang telah berusia sekitar 10 tahun dan dinilai kurang strategis untuk digunakan masyarakat. Dukungan cepat dari pemerintah daerah menjadi dorongan kuat lahirnya pembangunan masjid baru yang lebih representatif.

Awalnya, rencana hanya sebatas rehabilitasi masjid lama. Namun, dalam rapat yang dipimpin Wakapolres, muncul gagasan untuk membangun masjid baru demi memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan lahan Polres seluas delapan hektare, lokasi terbaik pun dipilih sebagai titik pembangunan Masjid Panggilan Subuh.

AKBP Iqbal juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, para tokoh agama, panitia pembangunan, serta seluruh pihak yang ikut berkontribusi. “Ini adalah bukti nyata kekuatan persatuan kita dalam bingkai Pancasila. Semoga pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu, serta menjadi tempat ibadah yang makmur dan menyatukan umat,” tuturnya.

Sementara itu, masjid lama yang telah berdiri sekitar satu dekade direncanakan akan dialihfungsikan menjadi aula dan tetap dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan setelah masjid baru selesai dibangun. (RETHA/H)