SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meneguhkan komitmennya dalam pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, dengan mengoptimalkan fasilitas yang ada dan menyiapkan rencana jangka panjang untuk pengembangan bakat atlet.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kotim, M Irfansyah, menyampaikan apresiasi atas peran aktif yayasan dan komunitas dalam memajukan sepak bola di daerah.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kotim tentu mengapresiasi kegiatan seperti ini. Selain sebagai ajang pembinaan atlet, ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi insan sepak bola,” ujarnya Senin, 8 Desember 2025.

Ia mengakui bahwa belum ada rencana turnamen besar yang akan digelar pemerintah dalam waktu dekat, namun aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian. 

“Ke depan kita akan melihat perencanaannya, menyesuaikan dengan RPJMD, apalagi kita juga memiliki rencana pembangunan Sport Center di Kabupaten Kotim. Mudah-mudahan bisa terlaksana,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sampit Football Legend (SFL), Yasmin, menjelaskan bahwa yayasan itu merupakan kelanjutan dari komunitas sepak bola yang sudah aktif sejak 2017, yang rutin menggelar turnamen seperti S Parman Cup dan Agustiar Cup selama tiga tahun berturut-turut.

“Sejak awal berdiri, kami memang fokus pada kegiatan sepak bola di Sampit. Turnamen ini menjadi wadah bagi insan sepak bola di Kotim agar mereka bisa menyalurkan bakat tanpa rasa khawatir,” jelas Yasmin.

Lebih jauh ia menyebut, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kompetisi masyarakat, tapi juga menjaring bibit potensial yang diharapkan dapat mewakili Kotim di ajang lebih tinggi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Kalau ada anak-anak muda yang berpotensi, harapan kami ke depan mereka bisa mewakili Kotim di level yang lebih tinggi,” tutur Yasmin.

Yasmin juga menyampaikan bahwa Yayasan SFL tengah menunggu pelaksanaan musyawarah kabupaten untuk pembentukan pengurus baru, karena jadwal asosiasi provinsi belum ditetapkan. Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen untuk mendukung perkembangan sepak bola daerah secara berkelanjutan.

“Siapapun nanti pengurusnya, prinsipnya kami tetap mendukung. Harapan kami sepak bola Kotim bisa berkembang lebih baik dan kompetisi bisa berjalan kembali secara berkelanjutan,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Yasmin menambahkan kondisi lapangan menjadi faktor penting, khususnya jika cuaca kurang bersahabat. 

Ia menjabarkan jika cuaca tidak memungkinkan dan lapangan tidak layak, tentu ada pertimbangan untuk menghentikan pertandingan. Alternatifnya, pihaknya berharap bisa meminjam stadion dengan bantuan pemerintah daerah jika lapangan tergenang.

"Kami berharap kolaboratif antara pemerintah daerah dan komunitas sepak bola di daerah ini  mampu menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan prestasi olahraga sepak bola di masa depan, " harapnya. (DEVIANA/H)