PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Memasuki minggu pertama Desember 2025 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah harga komoditas Barang Pokok (Bapok) di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun terpantau mengalami kenaikan.

Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan harga yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisperindagkopUKM) Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kepala Bidang Perdagangan DisperindagkopUKM Kobar, Muhamad Suhendra, mengatakan bahwa terdapat beberapa komoditas yang menunjukkan kenaikan cukup signifikan apabila dibandingkan antara minggu ke-4 November dan minggu ke-1 Desember 2025.

“Jika dibandingkan dengan minggu ke-4 November 2025 masuk ke minggu ke-1 Desember 2025, secara rata-rata harga Beras Lembu dari harga Rp 15.580 per kilogram naik menjadi Rp 15.604 per kilogram, Beras Lahap dari Rp 15.580 menjadi Rp 15.604 per kilogram,” ujar Suhendra, Senin, 8 Desember 2025.

Tidak hanya beras, sejumlah komoditas cabai juga mencatat kenaikan tajam. Cabe Merah Besar dari Rp 58.000 menjadi Rp 68.000 per kilogram, Cabe Merah Keriting dari Rp 74.000 naik menjadi Rp 92.000 per kilogram, serta Cabe Rawit Merah dari Rp 66.000 naik menjadi Rp 80.000 per kilogram. Kacang Kedelai juga mengalami kenaikan dari Rp 15.000 menjadi Rp 22.000 per kilogram.

Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan, beberapa lainnya justru menurun. Suhendra menyebutkan terdapat lima komoditas Bapok yang rata-rata mengalami penurunan harga pada periode yang sama.

“Terdapat Cabe Rawit Hijau yang turun dari Rp 100.000 menjadi Rp 88.000 per kilogram, Bawang Putih dari Rp 43.000 menjadi Rp 42.000 per kilogram, Daging Ayam Ras (Boiler) dari Rp 38.200 turun menjadi Rp 38.000 per kilogram,” jelasnya.

Komoditas ikan segar juga mengalami penurunan harga.

“Ikan Segar Nila dari Rp 51.000 turun menjadi Rp 50.000 per kilogram, dan Ikan Segar Kembung dari Rp 46.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram,” lanjutnya.

Suhendra berharap ketersediaan barang pokok tetap aman serta harga dapat terjaga stabil menjelang puncak kebutuhan masyarakat pada masa libur Nataru.

“Semoga barang pokok dapat tersedia dengan jumlah yang cukup dan aman serta dengan harga yang relatif stabil terutama untuk memenuhi kebutuhan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” pungkasnya. (DANANG/H)