PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemprov Kalteng menghadirkan pertunjukan Sendratari “Nyai Balau: Buah Pilu” Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian nilai budaya daerah.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yuas Elko, menyampaikan bahwa pertunjukan tersebut merupakan refleksi sejarah dan nilai luhur leluhur yang dikemas dalam gerak, tari, dan drama.

“Kita berkumpul bukan hanya untuk mencari hiburan, tetapi untuk menyaksikan refleksi sejarah dan nilai luhur leluhur yang dituangkan dalam gerak, tari, dan drama melalui lakon Nyai Balau: Buah Pilu,” ungkap Yuas Elko dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Senin, 8 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa kisah Nyai Balau mengandung nilai heroisme, keteguhan hati seorang ibu, kasih sayang, dan perjuangan untuk mempertahankan martabat. Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk dipahami generasi saat ini.

Menurutnya, pengangkatan kisah tersebut ke panggung modern menjadi bukti bahwa identitas budaya Kalimantan Tengah tetap hidup meskipun berada di tengah arus globalisasi.

Yuas Elko menegaskan harapannya agar karya seni yang ditampilkan mampu terus menyentuh jiwa masyarakat dan menjadi ruang hidup bagi keberlanjutan karya budaya. (HERMAWAN DP/H)