BORNEONEWS, Nanga Bulik - Saat ini hanya sedikit warga yang mengetahui tata cara Pemulasaran jenazah (fardu kifayah) dengan baik dan benar. Karena umumnya yang memiliki keahlian sudah berumur tua, dan hanya sedikit generasi muda yang mau belajar. Sementara mati itu pasti dan hampir setiap hari ada jenazah yang harus dilakukan Pemulasaran sebelum dimakamkan.
Atas dasar keprihatinan tersebut, BKPRMI Lamandau menggelar kegiatan pelatihan Pemulasaran Jenazah di Masjid Baiturrahman, Nanga Bulik. Mengangkat tema "meneladani sunnah dalam mengurus jenazah tanda cinta sesama bagi sesama muslim," kegiatan ini ternyata disambut antusias oleh masyarakat kabupaten Lamandau, dengan jumlah peserta yang melebihi kuota yakni mencapai 170 orang.
Asisten 1 Setda Lamandau, Triadi saat mewakili Bupati membuka Pelatihan Penyelenggaraan Fardlu Kifayah Tahun 2025 meggatakan sangat mengapresiasi BKPRMI yang telah berinisiaai melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Karena Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Triadi menegaskan bahwa pelatihan fardu kifayah sangat penting untuk memastikan tersedianya petugas yang memahami tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah secara benar.
"Kemampuan tersebut menjadi bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat". Ungkap Triadi, Senin, 8 Desember 2025.
--page
Sementara Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Lamandau H. Abdul Basir, S.Ag saat dimintai keterangan mengatakan bahwa penyelenggarakan pelatihan Fardu kifayah untuk mengurus jenazah ini sangat penting karena sangat sulit untuk mencari orang yang bisa dan mau mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengapani, mensholati, dan memberikan kata pengantar sebelum di berangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir atau di makamkan di pekuburan.
"kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk menjawab persoalan di tengah masyarakat ketika salah satu warganya meninggal dunia. Sehingga diharapkan kepada para peserta yang berjumlah 170 orang utusan dari Pengurus dan Pemuda Remaja Masjid-Masjid yang ada di Kabupaten Lamandau dapat mengikuti kegiatan ini menjadi lebih memahami akan pentingnya fardhu kifayah bagi seorang muslim sekaligus mendapatkan bekal tentang kaifiat/tata cara pelaksanaan fardhu kifayah dari mulai memandikan sampai mensholatkan jenazah, " Tutur Basir.
Ia juga berpesan kepada para peserta, jika ingin mengurusi jenazah ada 4 hal yang harus ditanamkan . Pertama harus Ikhlas melakukan pekerjaan ini, selanjutnya Harus Berani, Tidak Jijik dan bisa amanah untuk menjadi air yang ada pada diri zenajah yang diurusi.
“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para Peserta yang mau mengikuti acara ini, karena hal ini sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, petugas yang mengurusi masalah pardu kifayah saat ini sangatlah langka sebab kematian itu adalah sebuah ketetapan, suka atau tidak, rela atau tidak ia tetap ada dan akan menghampiri kita . Itu adalah sebuah kepastian yang mutlak, ia adalah wewenang sang Kholik, " Tambahnya.
Narasumber kegiatan ini diantaranya adalah Ketua MUI Kabupaten Lamandau KH. Nur Afif , ketua DPD BKPRMI Kabupaten Lamandau H. Abdul Basir, tokoh masyarakat H. Nadi Saidin, Hamidah dan Ida.
--page
"Peserta begitu sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya setiap kita mempunyai kepedulian yang besar terhadap masalah ini, " Ungkap KH Nur Afif, ketua MUI Lamandau.
Oleh karena itu, ia berharap pelatihan ini akan memberikan motivasi bagi warga khususnya para pemuda untuk bisa berperan aktif di masyarakat khususnya dalam menangani hal-hal yang berkaitan dengan fardhu kifayah. Dengan demikian ilmu yang sudah diperoleh selama mengikuti pelatihan bisa dirasakan manfaatnya bagi sesama.
Pada kegiatan tersebut DPD BKPRMI Kabupaten Lamandau juga menyerahkan jadwal sholat sepanjang masa untuk semua masjid mushola di kabupaten Lamandau. (NATALIA KRISTIN/j)









