PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi jalan berlubang di dalam Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali menjadi sorotan warga. Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar berulang kali menyampaikan bahwa perbaikan terus dilakukan, namun hingga kini lubang-lubang di sejumlah titik masih mudah ditemui, terutama usai hujan.

Amir, salah seorang warga Pangkalan Bun, Selasa, 9 Desember 2025 mengatakan, salah satu jalan yang cukup memprihatinkan adalah Jalan Rambutan di Kelurahan Baru, di mana terdapat lubang berukuran besar yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Terlebih bila kondisi hujan atau setelahnya. Lubang jalan tersebut tentu terisi air dan sangat mengganggu pengguna jalan,” ujar Amir.

Ia menyebutkan bahwa perbaikan sebenarnya pernah dilakukan beberapa waktu lalu, terutama karena kawasan tersebut sering tergenang air ketika hujan deras. Namun menurutnya, perbaikan itu belum mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

“Memang saat ini genangan air bisa diminimalisir, tapi lubang-lubang jalannya seperti bermunculan terus. Beberapa sudah ditambal, tapi ada yang muncul lagi di titik lain,” ungkapnya.

Amir menambahkan bahwa keluhan warga terkait jalan berlubang bukanlah hal baru. Banyak masyarakat menyampaikan protes melalui media sosial ataupun dalam percakapan sehari-hari.

“Sepertinya warga juga sudah sering mengeluhkan kondisi lubang di jalan dalam kota Pangkalan Bun, baik di medsos maupun obrolan keseharian, tapi tidak semuanya diperbaiki. Keluhan warga malah sering jadi bahan debat kusir antar pengguna medsos,” tuturnya.

Sebagai warga, ia berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar fasilitas jalan di dalam kota bisa benar-benar nyaman digunakan.

“Harapan kami sederhana saja, bisa menikmati jalan yang aman dan tidak berlubang. Karena sewajarnya perbaikan itu adalah tanggung jawab pemerintah, sebagai pengelola anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat,” ujarnya. (WAHYU KRIDA/H)