PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan Kalteng membuka peluang kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Kalteng melalui sinkronisasi data guru serta pelaksanaan program guru tamu. Hal ini disampaikan Plt Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat melakukan silaturahmi bersama jajaran Kemenag.

Reza menjelaskan perlunya sinkronisasi status guru yang mengajar di madrasah, baik MIN, MTs, maupun MAN. Ia memaparkan bahwa terdapat guru Pemprov yang mengajar di madrasah serta guru vertikal Kemenag yang struktur penugasannya berbeda.

“Ada guru pemprov yang mengajar di madrasah, ada yang vertikal Kemenag. Ini berpengaruh pada e-kinerja mereka, sehingga perlu sinkronisasi agar tidak bermasalah,” jelasnya, Pernyataan narasumber,” kata Muhammad Reza Prabowo dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 9 Desember 2025.

Selain itu, Disdik Kalteng membuka program guru tamu yang memungkinkan guru Kemenag mengajar di SMA, SMK, dan SLB, termasuk penyuluh agama yang dapat berperan sebagai pengajar mengaji di sekolah. Program ini dihubungkan dengan target agar siswa lulus dengan kemampuan membaca kitab suci.

Reza menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari semangat sinergi antara Disdik dan Kemenag. Ia menyampaikan bahwa Gubernur Kalteng ingin memastikan seluruh siswa memiliki kemampuan literasi keagamaan yang baik.

Pertemuan dua lembaga ini menjadi awal sinergi lebih kuat dalam membangun pendidikan berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai keagamaan di Kalteng. Pemerintah Provinsi Kalteng menargetkan kolaborasi ini mampu memperkuat transformasi pendidikan pada era digital. (HERMAWAN DP/H)