BORNEONEWS, Palangka Raya - Ribuan warga dari berbagai elemen memadati halaman Korem 102 Panju-panjung, Rabu (30/11/2016). Terlihat pula Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, Danrem 102/Pjg Kolonel Arm M Naudi Nurdika, Kapolda Kalteng Brigjen Pol Fakhrizal dan pejabat lainnya.
Acara tersebut juga menghadirkan berbagai penampilan, orasi dan nyanyian kebangsaan yang semata tujuannya untuk bersatu meski berbeda-beda. Juga ada pula Pameran Alutsista Batalyon Infanteri 631 Antang.
Ribuan mahasiswa dan pelajar tidak ingin ketinggalan untuk menyaksikan pameran tersebut. Sesekali mereka foto selfie, bersama dan dengan anggota TNI dengan penampilan ala tempur.
Sementara itu, secara bergantian para tokoh dan pemuda juga mengungkapkan orasinya di atas panggung utama. Salah satunya dari perwakilan dari tokoh Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Lukas Tingkes.
"Apakah setuju kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah," tanya Lukas dalam orasi itu.
"Setuju," jawab ribuan warga yang hadir.
Dia melanjutkan, kekerasan hanya akan menimbulkan masalah. Baik pada saat ini, maupun dikemudian hari. Kekerasan juga akan terus menjadi penghalang proses pembangunan bangsa.
"Jadi, mari jauhkan diri kita dari kekerasan. Hindari kekerasan dan kita komitmen bahwa kekerasan itu akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita," ungkapnya.
"Bangsa Indonesia memiliki berbagai budaya. Bangsa yang ramah dan santun. Maka, kami mengajak, ayo bersama-sama meninggalkan hal-hal yang berbau kekerasan. Marilah kita bangkit. Kita komitmen dan tingkatkan jiwa patriotisme kita yang secara terakomolasi dalam perjuangan pahlawan kita. Mari kita mulai dari diri masing-masing. Kita satukan dalam tekad dan semangat persatuan dan kesatuan. Kita menjadi Nusantara Bersatu. Marilah, kita bangkitkan nilai-nilai perjuangan," tundasnya. (BUDI YULIANTO/m)








