BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kapakat Warga Oloh Itah (KWOI) Kabupaten Barito Timur menggelar Perayaan Natal atau Pesta Alem Barasih di GKE Efata Tamiang Layang, Selasa, 9 Desember 2025, sebagai wujud penguatan persatuan dan komitmen kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Kegiatan ini diikuti warga Dayak Ngaju yang berdomisili di Barito Timur serta menghadirkan berbagai komunitas masyarakat lintas latar belakang suku. Perayaan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus peneguhan peran warga Oloh Itah sebagai bagian dari masyarakat Barito Timur.
Ketua Panitia Pesta Alem Barasih KWOI, Arydeni, mengatakan perayaan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas kelahiran Yesus Kristus serta upaya menumbuhkan semangat hidup rukun di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Acara ini kami laksanakan untuk memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan, agar kasih Tuhan semakin nyata dalam kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Arydeni, rangkaian kegiatan meliputi ibadah Natal, puji-pujian, sambutan tokoh masyarakat, pembagian kado Natal, serta undian door prize.
--page
Panitia juga secara khusus mengundang berbagai elemen masyarakat agar perayaan Natal berlangsung dalam semangat keterbukaan.
“Kami ingin Natal ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi semua, tanpa sekat perbedaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kapakat Warga Oloh Itah, Martinus Avuntor, menegaskan bahwa keberadaan warga Oloh Itah di Barito Timur bukan sebagai pesaing bagi masyarakat asli, khususnya Dayak Maanyan, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat setempat.
“Kami ingin menegaskan bahwa kami bukan pesaing bagi siapa pun. Kami adalah bagian utuh dari warga Barito Timur yang ingin bersama-sama membangun daerah ini,” tuturnya.
Martinus juga menekankan pentingnya semangat saling mengisi dalam kehidupan bermasyarakat demi kemajuan daerah.
--page
“Kami ingin saling mengisi supaya Barito Timur ke depan menjadi lebih baik dan lebih maju. Kami di sini ingin menunjukkan bahwa kami adalah bagian dari masyarakat Barito Timur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perayaan Natal ini juga dimaknai sebagai ungkapan syukur atas kasih Tuhan yang harus diwujudkan melalui sikap hidup sehari-hari dalam relasi sosial antarumat.
“Malam ini kami merayakan Natal sebagai ungkapan syukur karena kasih Tuhan sudah hadir dalam kehidupan kami, dan itu harus kami nyatakan melalui kasih kepada sesama tanpa membeda-bedakan agama dan suku,” katanya.
Sebagai tindak lanjut dari semangat berbagi, KWOI merencanakan kegiatan anjangsana dengan mengunjungi warga Oloh Itah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang berada di lembaga pemasyarakatan.
“Kami ingin berbagi kasih dengan saudara-saudara kami yang sedang mengalami keterbatasan atau tidak bisa merayakan Natal bersama seperti kami malam ini,” pungkas Martinus. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









