BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Minat anak muda di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam bidang fotografi semakin terlihat melalui kegiatan belajar fotografi berbasis budaya yang digelar di lingkungan Rumah Betang Pangkalan Bun. Kegiatan ini menghadirkan sesi berbagi materi sekaligus praktik langsung, dengan menghadirkan penari Dayak dan Melayu sebagai model berbusana tradisional.
Inisiator kegiatan, fotografer Borneonews Ridho Salaksa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk mengasah keterampilan teknis fotografi, tetapi juga sebagai jembatan bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerah melalui visual.
"Saya ingin anak muda lebih dekat dengan budaya kita sendiri. Lewat fotografi, mereka bisa mempelajari gerak, pakaian, dan karakter budaya lokal secara lebih mendalam. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa mendapat dukungan dari dinas terkait dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan," kata Ridho.
Dalam sesi praktik, peserta diberi kesempatan memotret penari yang menampilkan karakteristik budaya Dayak dan Melayu. Pendekatan ini membuat pembelajaran terasa lebih hidup dan aplikatif karena peserta bisa langsung menerapkan teknik speed and movement photography yang baru mereka pelajari.
Meskipun kegiatan ini merupakan sesi perdana dan jumlah peserta yang terbatas, suasana kelas berlangsung interaktif. Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan mereka dalam setiap materi yang disampaikan, baik diskusi maupun praktik lapangan.
--page
Salah satu peserta, Raras Dayinta dari SMK Muhammadiyah, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Ini pertama kalinya ikut kegiatan seperti ini. Seru banget, dapat pelajaran baru soal teknik memotret. Semoga bisa rutin diadakan, saya tertarik belajar lebih dalam,” ujarnya.
Peserta lainnya, Prana dari SMKN 1 Pangkalan Bun, menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka wawasannya. “Seru dan nambah ilmu. Ke depan semoga kegiatannya bisa lebih kreatif lagi, mungkin diselipkan game atau aktivitas seru lainnya,” katanya.
Dengan potensi dan antusias anak muda terhadap fotografi yang semakin meningkat, kegiatan seperti ini dinilai dapat menjadi ruang positif untuk belajar, berkarya, sekaligus memperkenalkan budaya daerah secara kreatif. Fotografi pun menjadi media yang efektif bagi generasi muda Kobar untuk semakin mencintai identitas budaya mereka. (SITI AKOBAH/j)









