PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisperindagkopUKM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), melaksanakan pemantauan intensif terhadap ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok (Bapok) di wilayah setempat.

Pemantauan dilakukan pada 10 distributor Bapok, termasuk Perum Bulog, untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dalam jumlah yang cukup dan aman pada momentum hari besar keagamaan dan libur akhir tahun.

“Pemantauan ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam rangka menjaga ketersediaan Bapok sekaligus kestabilan harga terutama menjelang HBKN,” ujar Kepala Bidang Perdagangan DisperindagkopUKM Kobar, Muhamad Suhendra, Rabu, 10 Desember 2025.

Ia menjelaskan, distributor Bapok di Kabupaten Kobar berperan penting sebagai distributor penyangga yang tidak hanya menyuplai kebutuhan lokal, tetapi juga memasok barang ke sejumlah wilayah lain seperti Lamandau, Sukamara, Pembuang Hulu (Seruyan), hingga Manismata di Kalimantan Barat.

“Sebagai distributor penyangga, tentu stok yang dimiliki harus kuat dan cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kobar maupun daerah sekitar,” tambah Suhendra.

Berdasarkan hasil pemantauan, persediaan Bapok pada minggu kedua Desember 2025 tercatat dalam kondisi aman.

Adapun stok yang tersedia di tingkat distributor meliputi beras sebanyak 2.001,58 ton, minyak goreng 278,92 ton, gula pasir 224,58 ton, tepung terigu 109,32 ton, dan kacang kedelai 18,05 ton.

Dengan tersedianya stok tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan barang menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Diharapkan dengan pemantauan ini, ketersediaan dan kestabilan harga Bapok tetap terjaga dengan baik, terutama menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” pungkasnya. (DANANG/Y)