BORNEONEWS, Palangka Raya - Belum juga memasuki Bulan Desember, namun harga-harga terutama dari komoditi telur sudah merangkak naik. Pantauan Borneo News di Pasar Besar dan Pasar Kahayan Kota Palangka Raya, harga komoditi telur sudah naik sebesar Rp100- Rp200,- .

"Harganya naik. Sudah dari sananya naik jadi ya kami jualnya naik juga," ungkap H Dullah, salah seorang pedagang telur di Pasar Besar, Rabu (30/11/2016).

Dikatakannya bahwa kenaikan ini sudah terjadi seminggu belakangan ini sehingga jika biasanya ia mampu menjual telur bebek dengan harga Rp1.900, kini hanya bisa di harga Rp2.000.

"Paling murah Rp2.000, tidak bisa lagi Rp1.900. Naik. Telur ras juga paling murah Rp1.200, biasanya ada yang harga Rp1.000," jelasnya.

Sementara untuk telur puyuh juga tak ketinggalan mengalami kenaikan. Jika biasa per 10 buah bisa mendapat harga Rp3.700, kini harganya mencapai Rp4.000 per 10 buah.

Menyikapi hal ini, Wakil Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia menyebut wajar adanya kenaikan harga saat mendekati hari-hari besar seperti Natal di bulan Desember.

"Ini kan biasa, naiknya juga kan tidak seberapa. Lagipula kan sebenarnya ini bukan tindakan pedagang tapi karena sudah naik dari brokernya. Kan pedagang  tidak bisa jual rugi, tentu mereka perlu keuntungan juga," ungkap Riban Satia.

Selain itu menurut Riban, perihal transportasi juga mempengaruhi perbedaan harga yang ada di setiap pasar.

"Harga di Pasar Kahayan agak lebih tinggi daripada di Pasar Besar misalnya, ya karena ada ongkos angkut kan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/*)