BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit memastikan empat bunga bangkai raksasa yang tumbuh di areal perkebunan sawit PT Mustika Sembuluh 3, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bukan merupakan jenis Titan arum atau Amorphophallus titanium yang berstatus dilindungi.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, bunga bangkai berukuran 1–2 meter itu ternyata adalah Amorphophallus hewittii, spesies endemik Kalimantan yang tidak masuk daftar tumbuhan dilindungi.
“Keberadaannya di alam liar tergolong langka, namun berdasarkan Permen LHK Nomor 106 tentang flora dan fauna dilindungi, statusnya tidak dilindungi,” kata Muriansyah, Rabu, 10 Desember 2025.
Temuan bunga bangkai raksasa tersebut sempat menghebohkan karena diduga sebagai Titan arum, jenis bunga raksasa dari Sumatera yang dilindungi.
Muriansyah telah melakukan pengecekan lokasi tumbuhnya bunga raksasa itu pada 9 Desember 2025. Saat itu, dirinya mendapati dua batang sedang berbunga, satu bunga mulai layu, serta sekitar enam anakan di sekitarnya.
Untuk memastikan identitasnya, BKSDA kemudian berkonsultasi dengan Ahli Botani dari Kalimantan Barat, Agusti Randi. Hasilnya, dipastikan bunga tersebut adalah Amorphophallus hewittii.
“Kalau Amorphophallus titanium itu endemik Sumatera, sedangkan Amorphophallus hewittii merupakan endemik Kalimantan,” ujarnya.
Secara bentuk dan ukuran, Amorphophallus hewittii memang memiliki kemiripan dengan Amorphophallus titanium. Sehingga sering sulit dibedakan masyarakat. Perbedaannya terletak pada warna dimana Amorphophallus titanium cenderung merah mencolok, sementara Amorphophallus hewittii lebih kekuningan.
Meski demikian Muriansyah tidak memungkiri bahwa Amorphophallus hewittii termasuk langka di alam liar dan kerap menjadi incaran kolektor karena bentuknya yang unik.
Dirinya menyampaikan permohonan maaf atas informasi awal yang menyebut bunga bangkai itu kemungkinan Titan arum. Ia menegaskan koreksi dilakukan setelah mendapatkan analisis ahli.
"Kami mohon maaf bila dalam penyampaian informasi awal terjadi kesalahan sebelumnya bunga bangkai raksasa ini diduga Amorphophallus titanium namun setelah dicari tahu lagi melalui ahli botani Amorphophallus hewitti. Ini karena keterbatasan kami dan jarang menemukannya di wilayah Kalimantan Tengah," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









