PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jurnalis Palangka Post, Ahmad Anshari, meraih Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari (AJSB) 2025 untuk kategori media cetak. Penghargaan tersebut diberikan atas karyanya berjudul Ketika Tradisi Dayak Menjadi Penjaga Pangan Biru, menghantarkannya menjadi juara pertama dati ratusan jurnalis dari berbagai media massa.

Tema AJSB tahun ini adalah “Swasembada Garam dan Pangan Biru untuk Indonesia Maju” dengan enam subtema yang mencakup mulai dari swasembada garam, revitalisasi tambak idle Pantura, hingga konservasi ekologi dan hilirisasi sektor kelautan perikanan. Karya Anshari yang mengangkat peran kearifan lokal masyarakat pesisir Kalimantan Tengah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan pangan akuatik. Karya ini dinilai mampu menghadirkan perspektif berbeda dengan menonjolkan tradisi leluhur Dayak sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono melalui Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Bidang Humas dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto, mengatakan penghargaan ini mendorong peran aktif jurnalis dalam mengawal agenda prioritas pemerintah di sektor kelautan dan perikanan. 

“Kami ingin mengajak insan media dan masyarakat untuk ikut mengawal program prioritas KKP khususnya terkait garam dan pangan biru melalui karya-karya yang dihasilkan. Karya yang kami harapkan adalah karya yang objektif, kreatif, berimbang, dan faktual,” katanya, saat penganugerahan Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari 2025, Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kantor KKP RI, Jakarta, Rabu (10/12).

Menurut Doni, AJSB merupakan kompetisi tahunan yang dibuka bagi jurnalis dari lintas platform, mulai dari media online, media cetak, televisi, radio, hingga foto jurnalistik. Selain itu, masyarakat umum juga dapat mengikuti kategori khusus media sosial yang menjadi wadah edukasi publik mengenai isu-isu kelautan dan perikanan.

Materi yang dilombakan mencakup program swasembada garam, revitalisasi tambak Pantura, Kampung Nelayan Merah Putih, koperasi merah putih di sektor kelautan, program konservasi, serta hilirisasi produk perikanan. Semua karya yang ikut serta dipublikasikan pada rentang 1 Januari hingga 9 November 2025.

Kompetisi ini terbuka luas untuk jurnalis nasional maupun daerah, dengan harapan semakin banyak isu kelautan dan perikanan disuarakan melalui jurnalisme berkualitas. Ia mengajak para jurnalis mengirimkan karya terbaiknya pada periode pendaftaran 5 September–9 November 2025. AJSB setiap tahun melibatkan juri profesional untuk menjaga kualitas penilaian. 

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami melibatkan juri-juri profesional untuk menilai karya para peserta. Kami ingin karya pemenang benar-benar orisinil dan berkualitas,” ungkap Doni.

AJSB 2025 juga menyiapkan hadiah uang tunai dengan total ratusan juta rupiah serta trofi bagi para pemenang. AJSB ini menjadi ajang apresiasi bagi para jurnalis yang berkontribusi bagi literasi kelautan dan perikanan. (*/j)