PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Media Update Batang Garing untuk Triwulan IV Tahun 2025 pada Selasa, 10 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi informasi terkini mengenai perkembangan industri jasa keuangan di Kalteng sekaligus memperkuat sinergi antara regulator dan insan media.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa stabilitas industri jasa keuangan di wilayah tersebut tetap terjaga hingga penghujung 2025. Ia menegaskan, indikator utama seperti penyaluran kredit, penghimpunan dana, hingga tingkat kesehatan lembaga keuangan menunjukkan tren positif dan berada dalam koridor yang aman.

“Secara umum, sektor jasa keuangan Kalteng tetap resilient dan mendukung aktivitas ekonomi daerah,” kata Primandanu.

Primandanu menjelaskan, sektor perbankan masih menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan kredit yang tersebar pada sektor produktif dan konsumtif. Menurutnya, pola penyaluran kredit yang lebih merata menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat.

“Kualitas kredit pun terjaga, ditandai dengan rasio kredit bermasalah yang tetap terkendali,” tambahnya.

--page

Dalam kesempatan itu, OJK Kalteng juga menyoroti penguatan literasi dan inklusi keuangan yang terus dilakukan melalui berbagai program edukasi. Primandanu menilai, keterlibatan media sangat penting untuk memastikan informasi yang benar dan berimbang dapat diterima masyarakat.

“Peran media membantu kami melindungi konsumen dari risiko penipuan dan informasi yang menyesatkan,” tuturnya.

Ia turut menyinggung meningkatnya aktivitas pengawasan terhadap praktik keuangan ilegal yang masih marak di ruang digital. OJK, kata Primandanu, terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum serta meningkatkan sosialisasi terkait ciri-ciri penawaran ilegal.

“Masyarakat perlu semakin waspada. Setiap penawaran yang tidak terdaftar dan tidak berizin harus segera dihindari,” tegasnya. (TESTI PRISCILLA/j)