BORNEONEWS, Tamiang Layang – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Tamiang Layang kembali menunjukkan semangat perubahan melalui penuntasan Program Pelatihan Kerja Las Listrik yang resmi ditutup pada Rabu, 10 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian untuk membekali WBP dengan kompetensi teknis yang bernilai di dunia kerja pasca masa pidana.
Penutupan pelatihan yang berlangsung di gedung serbaguna rutan tersebut dihadiri langsung Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, bersama Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransperin Barito Timur, Andri Amianto.
Hadir pula Angga, instruktur pelatihan dari PT BUMA, yang selama sepuluh hari terakhir mendampingi para peserta dalam mendalami teknik dasar hingga lanjutan pengelasan listrik.
Kegiatan berlangsung tertib, aman dan kondusif di bawah pengawasan Kasubsi Pelayanan Tahanan, Junaidi, beserta jajaran petugas pemasyarakatan dan unsur Disnakertransperin.
Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penutupan setelah menyelesaikan program pelatihan yang dimulai sejak awal Desember 2025.
Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar program rutin, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan warga binaan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta memperoleh pengetahuan baru yang berguna dan memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri ketika bebas nantinya. Kompetensi yang kalian peroleh adalah bekal penting untuk menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Agung juga menyampaikan bahwa keberhasilan pelatihan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor antara Rutan Tamiang Layang, Disnakertransperin Barito Timur dan PT BUMA.
“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Kolaborasi seperti inilah yang memperkuat program pembinaan kemandirian dan membuka jalan bagi reintegrasi sosial yang lebih baik bagi warga binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransperin Barito Timur, Andri Amianto, memberikan apresiasi atas kesungguhan para peserta.
“Kami melihat langsung semangat belajar warga binaan. Keahlian las listrik ini sangat dibutuhkan di dunia industri dan konstruksi. Semoga keterampilan ini bisa menjadi modal berharga untuk kembali ke masyarakat secara produktif,” ungkapnya.
Program pelatihan resmi ditutup dengan pembagian kaos kepada seluruh peserta serta sesi foto bersama jajaran pejabat dan instruktur.
Momen tersebut turut mendokumentasikan hasil karya para warga binaan berupa rak besi dan produk las lainnya yang telah diselesaikan selama pelatihan, sebagai simbol perubahan, harapan dan kesiapan untuk masa depan yang lebih mandiri. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









