PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya mendapat kehormatan menjadi satu dari sembilan daerah terpilih sebagai pelaksana Seminar Natal Nasional yang merupakan rangkaian dari kegiatan Natal Nasional 2025. Selain aksi sosial, puncak perayaan Natal secara sederhana pada Januari mendatang, seminar nasional juga menjadi salah satu rangkaian dari kegiatan tahunan ini.

Rangkaian seminar untuk di Palangka Raya menghadirkan lima narasumber, terdiri dari tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, serta Pembimas Katolik Kemenag Kalteng, Sandra Mariyus Adip sebagai perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia atau KWI.

Sementara dari tingkat lokal, akan hadir Kepala Dinas P3APPKB Kalteng, dr. Linae Victoria Aden serta Rektor STIPAS Tahasak Danum, Rm Fransiskus Janu Hamu. Selain itu, seminar akan dipandu oleh Prof. Dr. Stepanus, S.Hut., MP. sebagai moderator.

Ketua Ketua Panitia Pelaksana, Bama Adiyanto, menyebut bahwa penetapan tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kualitas kehidupan keluarga di Kalimantan Tengah.

“Indeks keluarga di Palangka Raya dinilai bagus sesuai kajian dari pusat sehingga layak dijadikan lokasi Seminar Natal Nasional,” kata Bama kepada Borneonews pada Rabu, 10 Desember 2025.

--page

Seminar dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025 di Gedung Serbaguna Katedral Santa Maria Palangka Raya. Mengusung tema nasional “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), kegiatan ini diselaraskan dengan sub tema daerah, “Falsafah Huma Betang dalam Membangun dan Membina Keluarga Mandiri di Kalimantan Tengah.”

"Nilai Huma Betang menjadi relevan dengan filosofi lokal yang kuat dalam membentuk karakter keluarga yang kokoh, toleran, dan saling menopang. Mengingat mulai dari pembicara hingga peserta seminar kita lakukan dengan semangat lintas agama. Meskipun pelaksana utamanya adalah Keuskupan Palangka Raya, namun kita kemas dalam semangat toleransi lintas agama," tutur Bama lagi.

Di tingkat nasional, seminar serupa digelar di delapan kota lainnya, yakni di Bandung hari ini sebagai kick off pelaksanaan pertama hingga ditutup di Jakarta pada 3 Januari 2025 mendatang.

Seluruh rangkaian kegiatan didesain untuk memfokuskan perhatian masyarakat pada pemulihan relasi keluarga, kesetiaan Tuhan dalam kehidupan, serta dorongan merayakan Natal secara sederhana. Panitia Natal Nasional menekankan pentingnya menghadirkan dampak nyata bagi kelompok yang membutuhkan, sejalan dengan pesan solidaritas yang diwariskan dalam nilai budaya lokal. (TESTI PRISCILLA/j)