BORNEONEWS, Muara Teweh - Adanya wacana dari pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan terhadap dihapusnya Ujian Nasional (UN) disambut baik oleh legislator DPRD Barito Utara Sastra Jaya .
Menurutnya, dengan adanya wacana tersebut maka ada dua efek sisi yang akan didapatkan yakni keuntungan dan juga kerugiannya, untuk keuntungannya, sekolah – sekolah tidak lagi hanya memfokuskan pelajaran yang akan di UN kan .
Dengan demikian maka para guru atau pun pihak sekolah tidak terbebani lagi bagaimana anak didiknya harus lulus dalam UN tapi bisa memberikan pelajaran semua bidang studi secara maksimal dengan tidak menitik beratkan kepada beberapa mata pelajaran saja.
Sedangkan kerugiannya, dunia pendidikan kita dikhawatirkan akan stagnan dan mutu pendidikannya juga tidak seperti dari daerah lain, hal ini dikarenanya final kelulusan bukan lagi berdasarkan UN tapi mutlak dari sekolah, tuturnya.
Dalam hal ini, perlu langkah-langkah strategis dari dinas pendidikan dalam mengambil kebijakan serta memacu bagaimana dunia pendidikan kita maju dan berkembang sebagaimana layaknya pendidikan dari daerah lain.
“Kita tidak menginginkan kalau wacana tersebut di gong kan maka pendidikan kita malahan mundur karena anggapan para guru kalau kelulusan ditentukan oleh standar pemerintah daerah , dengan demikian maka sekolah tidak ada beban moral bagaimana supaya anak didiknya pintar dan bisa bersaing dengan daerah luar,” ucap politisi dari PDI Perjuangan ini.
Pada intinya dewan mendukung kalau wacana tersebut akhirnya sah namun harus disikapi arif oleh daerah, jangan sampai menjadikan kemunduran bagi dunia pendidikan kita namun jadikan pemecut tuntutan moral bagaimana supaya kita lebih maju lagi kedepanm tandasnya..(mg2)








