BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Sihol Parningotan Lumban Gaol meminta pihak berwenang segera mengungkap penyebab kasus dugaan keracunan yang terjadi di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, hingga menyebabkan beberapa orang dirawat dan satu orang meninggal dunia.
"Yang pertama kami turut berdukacita atas korban meninggal yang terjadi diduga akibat keracunan di Sebabi. Kami mendorong pihak terkait, baik Kepolisian maupun Dinas Kesehatan agar bisa mengungkap penyebab utama kejadian itu," kata Gaol, Kamis, 11 Desember 2025.
Menurutnya, hal ini sangat perlu diungkap dengan terang agar tidak menjadi berita liar di masyarakat. Sebab muncul dua dugaan berbeda terkait penyebab keracunan satu keluarga tersebut.
Dugaan pertama, keracunan disebabkan karena korban mengonsumsi roti bakar dan es teler. Bila itu benar, maka menjadi pelajaran penting bagi setiap pemilik usaha rumahan agar lebih menjaga higienitas makanan olahannya.
Sumber lain menyebut, korban keracunan akibat uap mercury dari pekerjaan yang dilakukan di rumah. Jika demikian maka menjadi kehati-hatian bagi orang tua dalam penggunaan barang-barang atau zat berbahaya di lingkungan rumahnya.
"Kami meminta agar semua pihak yang berwenang bisa mengungkap dengan cepat dan baik. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua agar lebih berhati-hati lagi dalam setiap melakukan aktivitas kita Masing-masing," tandasnya.
Adapun, berdasarkan keterangan dari keluarga korban kejadian itu bermula pada Jumat, 5 Desember 2025 saat salah seorang anggota keluarga tersebut membeli es teler dan roti bakar di Pasar Simpang Sebabi dan dikonsumsi bersama keluarga.
Kemudian hasil monitoring serta pengumpulan bahan dan keterangan di lapangan yang dilakukan olek Polsek Telawang. Kejadian itu diketahui pada, Minggu, 7 Desember 2025, sekitar pukul 14:30 WIB. Saat itu Puskesmas Sebabi menerima pasien balita dalam keadaan lemas disertai muntah muntah.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis korban diduga mengalami keracunan. Kemudian Puskesmas Sebabi merujuk korban RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Rupanya keluarga korban yang lain juga dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis dengan gejala yang sama. Yang akhirnya semua korban dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Ada lima korban dalam insiden ini, yakni Ajudinur (kakek) berusia 46 tahun, Fatmawati (nenek) berusia 44 tahun, Habibah 17 tahun, satu anak berusia 6 tahun dan satu anak berusia 13 bulan. Namun malang, korban atas nama Shazia yang berusia 13 bulan dinyatakan meninggal dunia. (DEWI PATMALASARI/y)









