PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menyampaikan bahwa layanan kegawatdaruratan merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya memperkuat sistem layanan darurat yang terpadu, responsif, dan mudah diakses masyarakat.

“Layanan Darurat 112 diinisiasi untuk menciptakan sistem kegawatdaruratan yang terkoordinasi dan terhubung dengan berbagai sumber daya informasi. Komitmen kami adalah terus meningkatkan mutu layanan ini demi menciptakan rasa aman, nyaman, dan sejahtera bagi masyarakat Kota Palangka Raya," ujarnya, Kamis, 11 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa selama lima tahun beroperasi, Layanan Darurat 112 telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengembangan teknologi hingga koordinasi lintas sektor. Namun semua upaya tersebut dilakukan dengan semangat tinggi untuk mewujudkan layanan yang terintegrasi dan andal.

Arbert juga menekankan bahwa layanan 112 bersifat gratis dan menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan, baik yang menyangkut keselamatan manusia maupun hewan. Hingga saat ini, layanan tersebut telah menerima 6.935 laporan masyarakat.

Dengan berbagai pencapaian dan upaya peningkatan yang terus dilakukan, diharapkan Layanan Darurat 112 dapat semakin maksimal dalam melayani masyarakat dan menjadi tulang punggung sistem kegawatdaruratan di Kota Palangka Raya.

“Laporan yang masuk meliputi penanganan ODGJ, evakuasi hewan liar, pelepasan cincin, penyediaan ambulans, pemadaman kebakaran, evakuasi kecelakaan lalu lintas, tindak kriminal, pohon tumbang, serta berbagai musibah lainnya yang memerlukan respons cepat,” jelasnya. (PATHUR/H)