BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Lohing Simon, telah mengajukan permintaan kepada Pemerintah Pusat agar memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jalan rusak yang menjadi masalah serius di provinsi Kalteng.
Permintaan ini ditujukan untuk mendorong penanganan yang cepat dan efektif agar akses masyarakat serta pelaku usaha menjadi lebih lancar.
Lohing Simon menjelaskan bahwa jalan rusak telah menjadi hambatan utama bagi perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di banyak wilayah Kalteng.
"Kondisi jalan yang buruk menyebabkan keterlambatan pengiriman barang, peningkatan biaya transportasi, dan bahkan risiko kecelakaan lalu lintas yang lebih tinggi bagi warga," katanya, Kamis, 11 Desember 2025.
Menurutnya, banyak jalan yang berstatus nasional maupun provinsi di Kalteng telah terlambat diperbaiki atau tidak mendapatkan perawatan yang memadai. Hal ini semakin parah terutama setelah musim hujan, di mana jalan-jalan menjadi licin, berlubang, dan bahkan tergenang air, membuat akses menjadi sangat sulit.
Lohing menekankan bahwa peran pemerintah pusat sangat penting dalam menangani masalah ini, terutama untuk jalan-jalan yang termasuk dalam urusan pusat. Dia berharap Pemerintah Pusat dapat mengalokasikan anggaran yang cukup dan menindaklanjuti perbaikan jalan secara segera tanpa menunda-nunda.
Selain permintaan kepada pusat, Ketua Komisi IV DPRD Kalteng juga mengajak Pemerintah Provinsi Kalteng untuk melakukan pemantauan yang ketat dan berkoordinasi erat dengan instansi terkait.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tahap perbaikan jalan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Lohing Simon berharap perhatian Pemerintah Pusat terhadap jalan rusak di Kalteng dapat segera terwujud dalam bentuk tindakan nyata.
"Saya yakin dan percaya bahwa dengan jalan yang baik dan layak, potensi ekonomi Kalteng dapat terwujud lebih optimal dan kualitas hidup masyarakat akan semakin meningkat," pungkasnya. (PATHUR/H)









