BORNEONEWS, Palangka Raya – Kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palangka Raya semakin meningkat seiring berjalannya mekanisme pembagian pajak melalui sistem Operasional Sentralisasi (OPSEN) antara provinsi dan kabupaten/kota.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Penetapan, Keberatan, dan Pengawasan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya, Eddy Sunarto.
Menurut Eddy Sunarto, sistem OPSEN yang diberlakukan telah memberikan dampak positif signifikan terhadap penerimaan PKB Kota Palangka Raya. Mekanisme pembagian yang terpusat ini memudahkan proses pencatatan dan pembagian hasil pajak antara tingkat provinsi dan kota dengan lebih akurat dan transparan.
“Saat ini Kota Palangka Raya menerima sekitar 96 persen dari total PKB melalui skema opsen yang diberlakukan,” jelas Eddy, Kamis, 11 Desember 2025.
Angka ini katanya, menunjukkan bahwa sebagian besar hasil PKB yang dihasilkan di wilayah Palangka Raya dapat diterima langsung oleh kota, sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi keuangan daerah.
Eddy menjelaskan bahwa sebelum sistem OPSEN diterapkan, pembagian PKB antara provinsi dan kota seringkali mengalami keterlambatan dan kekeliruan. Dengan adanya sistem terpusat ini, proses pembagian dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, sehingga Pemerintah Kota Palangka Raya dapat menerima dana PKB lebih tepat waktu.
"Kontribusi PKB yang semakin meningkat melalui sistem OPSEN juga membantu memperkuat posisi PKB sebagai salah satu sumber PAD utama Kota Palangka Raya. Dana yang diterima ini kemudian digunakan untuk mendanai berbagai program pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Pihaknya dari Bapenda Kota Palangka Raya juga telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung kelancaran sistem OPSEN, seperti peningkatan kemampuan sumber daya manusia, penyederhanaan proses administrasi, dan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara membayar PKB melalui sistem tersebut.
Warga dapat membayar pajak kendaraan mereka melalui berbagai saluran yang terintegrasi, baik secara langsung maupun daring, tanpa harus khawatir tentang masalah pembagian yang tidak jelas.
Harapan dari penerapan sistem OPSEN yang sukses ini adalah kontribusi PKB ke PAD Kota Palangka Raya akan terus meningkat di masa depan. Dengan demikian, Pemerintah Kota Palangka Raya akan memiliki dana lebih banyak untuk menyelenggarakan pembangunan yang lebih optimal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi seluruh warganya. (MARINI/H)









