BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Bidang Penetapan, Keberatan, dan Pengawasan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya, Eddy Sunarto, telah mengungkapkan rasio pembagian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui sistem Operasional Sentralisasi (OPSEN).
Menurutnya, pembagian dilakukan dengan proporsi 66 persen untuk Pemerintah Kota dan 34 persen untuk Pemerintah Provinsi Kalteng.
“Untuk pajak opsen, pembagiannya adalah 66 persen untuk pemerintah kota dan 34 persen untuk pemerintah provinsi, dan mekanisme ini sudah berjalan dengan baik,” jelas Eddy, Kamis, 11 Desember 2025.
Rasio pembagian ini dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan keuangan antara tingkat kota dan provinsi dalam mendanai pembangunan dan pelayanan publik.
Eddy menjelaskan bahwa rasio pembagian ini telah ditetapkan secara bersama antara Pemprov Kalteng dan Pemerintah Kota Palangka Raya. Mekanisme ini dirancang agar kedua tingkat pemerintah dapat mendapatkan kontribusi yang wajar dari hasil PKB yang dihasilkan di wilayah Palangka Raya.
Keberhasilan mekanisme pembagian ini terlihat dari kelancaran proses pencatatan dan penyaluran dana PKB. Sejak sistem OPSEN diterapkan dengan rasio ini, tidak ada lagi masalah keterlambatan atau kekeliruan dalam pembagian hasil pajak antara kota dan provinsi.
Kontribusi 66 persen PKB yang diterima Kota Palangka Raya melalui OPSEN telah memberikan dampak positif signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana ini digunakan untuk mendanai berbagai program penting, seperti pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan fasilitas kesehatan, dan program kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, 34 persen yang diterima Pemprov Kalteng digunakan untuk mendanai program provinsi yang meliputi wilayah seluruh Kalteng, termasuk pembangunan infrastruktur lintas kabupaten/kota dan program peningkatan kapasitas daerah. Hal ini menunjukkan bahwa rasio pembagian ini juga mendukung pembangunan provinsi secara keseluruhan.
Bapenda Kota Palangka Raya juga terus memantau dan mengevaluasi kelancaran mekanisme pembagian ini. Eddy Sunarto menyatakan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan Bapenda Provinsi Kalteng untuk memastikan sistem OPSEN tetap berjalan optimal dan transparan.
"Rasio pembagian PKB OPSEN yang berjalan baik ini adalah keuangan daerah baik di tingkat kota maupun provinsi akan semakin kuat. Dengan demikian, kedua tingkat pemerintah dapat lebih optimal dalam menyelenggarakan pembangunan dan pelayanan publik, sehingga kesejahteraan masyarakat di Palangka Raya dan seluruh Kalteng dapat terus ditingkatkan," harapnya. (MARINI/H)









