PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Herson B. Aden menyampaikan bahwa Pemprov Kalteng menyambut baik hadirnya skema pembiayaan yang lebih inklusif seperti KUR–KPP bagi pekerja informal dan FLPP bagi masyarakat berpenghasilan tetap.

“Instrumen pembiayaan ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Tengah untuk memiliki rumah dengan cicilan ringan dan tenor panjang,” katanya.

Dalam hal perencanaan, Pemerintah Provinsi serta kabupaten/kota telah memperkuat implementasi RP3KP yang menjadi dokumen induk pembangunan perumahan sekaligus pedoman utama pengusulan bantuan perumahan melalui SIBARU.

Herson berharap seluruh usulan di SIBARU dapat terealisasi dan mendukung pencapaian target tiga juta rumah yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Ia juga menyampaikan bahwa Gubernur telah mengajukan usulan prioritas infrastruktur perumahan dan permukiman melalui surat resmi pada 26 Mei 2025, termasuk peningkatan kualitas rumah melalui BSPS, pembangunan delapan tower rumah susun, serta rumah khusus bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kami berharap usulan ini menjadi prioritas nasional, mengingat Kalimantan Tengah memegang mandat strategis sebagai pusat pangan nasional, pusat konservasi internasional, sentra hilirisasi SDA, serta penyangga IKN,” tegasnya. (HERMAWAN DP/R)