BORNEONEWS, Muara Teweh – Pelajar dan mahasiswa dominasi pelanggar lalu lintas dalam Operasi Zebra Telabang 2016 yang dilaksanakan Polres Barito Utara, 16 - 29 November 2016. Dari 181 pelanggaran, sebanyak 83 di antaranya terdiri dari kalangan muda terdidik ini. Disusul karyawan dan swasta, 57 dan PNS sebanyak 19 pelanggar, dan lainnya.
"Sedang rentan usia pelanggar yang mendominasi yakni 16-20 tahun sebanyak 48, disusul 20-25 tahun sebanyak 41 tahun. Sisanya merupakan pelanggar dari 25 tahun ke atas,” kata Kasat Lantas Polres Barito Utara, AKP Teguh Setiabudi, saat dikonfirmasi di ruangannya, di Muara Teweh, Rabu (30/11/2016).
Tegus Setia Budi menerangkan, pada operasi Zebra Telabang 2016 ini terdapat 181 tilang dengan barang bukti STNK sebanyak 81, SIM sebanyak 67, dan ranmor sebanyak 33. Semantara pada operasi zebra ini juga dilakukan teguran sebanyak 72. “untuk kurangnya perlengkapan kendaraan akan kita beri teguran, namun untuk pelanggaran yang dapat menyebabkan laka lantas dan kemacetan kita kenakan tilang” jelas Kasat Teguh.
Dikatakannya pada Operasi Zebra Telabang 2016, di Kabupaten barito Utara nihil atau tidak ada terjadi laka lantas, hal ini berbeda dengan pada oerasi zebra telabang tahun 2015 dengan satu laka lantas. “hal ini menunjukkan indikasi bahwa masyarakat Kabupaten Barito Utara sudah mulai tertib berlalu lintas, diharapkan kedepannya akan lebih baik lagi” ucapnya.
Disampaikannya, pada operasi Zebra Telabang 2015 terdapat 247 tilang dan 12 teguran, dengan barang bukti yang diamankan yakni 170 STNK, 30 SIM, dan 47 Ranmor.
“Pelanggaran pada operasi Zebra telabang dari tahun 2015 ke tahun 2016 cenderung menurun dengan persentassi mencapai 26,7 %, sementara terguran terjadi kenaikan dengan persentase 600%” terangnya. (RAMADANI/N).








