BORNEONEWS, Sampit – Tahapan penulisan makalah dalam seleksi terbuka 11 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai menguji kecepatan, ketepatan, dan pemahaman dalam menyusun gagasan.
Salah satu peserta Muhamad Indra menilai, metode penulisan makalah di tempat memberikan tantangan tersendiri sekaligus menunjukkan kemampuan para pelamar.
“Tes hari ini cukup berkesan karena setiap peserta diminta menyiapkan makalah langsung di tempat. Ini membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan. Pola seperti ini lebih menarik dibanding membuat makalah di rumah yang bisa saja melibatkan orang lain. Dengan sistem ini, kemampuan individu benar-benar diuji,” kata Indra, Kamis, 11 Desember 2025.
Dirinya yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perikanan, mengikuti seleksi untuk dua posisi sekaligus pada lelang 11 JPT Pratama Pemkab Kotim.
Posisi pertama yaitu di DP3AP2KB karena dirinya memiliki pengalaman pernah menjadi sekretaris di dinas tersebut. Sehingga sedikit banyak sudah memahami urusan di DP3AP2KB.
--page
Sementara posisi kedua di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, karena latar belakang pendidikannya adalah perikanan dan saat ini pun ia menjabat di Dinas Perikanan sehingga masih satu rumpun.
Dengan melamar dua posisi, Indra mengikuti dua sesi penulisan makalah dalam satu hari pada Kamis, 11 Desember 2025. Dimana sesi pertama pukul 08.00-12.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00-17.00 WIB.
Soal pelaksanaan, Indra mengaku tidak menemukan kendala berarti. Hanya saja, dirinya sempat merasa terkejut dengan proses tahapan penulisan makalah.
"Seleksi tadi tidak ada kendala, hanya agak sedikit syok terapi ternyata perlu dipersiapkan pemahaman kita. Kalau sarana prasarana yang disiapkan panitia cukup bagus dan dilaksanakan dengan tepat waktu," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









