PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Tantangan pertanahan dan tata ruang kembali disoroti Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam Rakor Pertanahan dan Tata Ruang bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Gubernur menegaskan Kalimantan Tengah memiliki potensi besar dalam pengelolaan lahan untuk berbagai keperluan pembangunan.

Meski demikian, ia menyebut sejumlah persoalan yang masih terjadi seperti alih fungsi lahan, konflik atau sengketa tanah, tumpang tindih, dan dampak perubahan iklim.

Gubernur juga menyoroti kondisi wilayah di mana sekitar 77 persen masih berupa kawasan hutan sehingga berdampak pada kesulitan masyarakat dalam mendaftarkan tanah atau pembangunan wilayah.

"Oleh karena itu, Tata Ruang Wilayah perlu mendapat perhatian serius karena masih banyak desa atau lahan masyarakat berada dalam kawasan hutan," ungkapnya, Kamis, 11 Desember 2025.

Ia berharap perhatian dan dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian persoalan tata ruang di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/j)