BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menyadi Haircut menginisiasi aksi sosial potong rambut dengan bayar seikhlasnya sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Sumatera.
Seluruh dana yang terkumpul dari para pelanggan akan disalurkan langsung untuk membantu masyarakat terdampak, mengusung semangat “Dari Kobar untuk Sumatera”.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Menyadi Haircut 2, Jalan Kawitan dekat lampu merah ini menggandeng family barbershop se-Kobar.
Mereka adalah para barber yang meluangkan waktu secara sukarela untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan melalui layanan potong rambut.
Owner Menyadi Haircut, Ekky Syafitra menyampaikan bahwa kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Ia mengatakan, aksi ini terbuka untuk semua kalangan tanpa batasan gender. Baik laki-laki maupun perempuan dapat berpartisipasi dengan memotong rambut sambil berdonasi.
Menurut Ekky, respon masyarakat Pangkalan Bun sangat menggembirakan sejak pagi hingga sore hari pada Jumat, 12 Desember 2025.
“Dari pagi sampai sore ini sudah lebih dari 36 kepala yang potong. Antusias masyarakat sangat baik sekali, mereka dengan senang hati dan semangat berbagi rezekinya untuk korban di Sumatera yang membutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menggalang dana, tetapi juga menggerakkan solidaritas sesama warga Kobar agar semakin peduli terhadap saudara yang sedang mengalami musibah. Semangat kebersamaan dalam aksi ini terlihat dari banyaknya barber yang hadir secara sukarela.
Ekky menambahkan, bahwa kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh kepedulian yang bisa terus dilakukan di masa mendatang. Baginya, membantu sesama adalah tanggung jawab moral bagi siapa pun yang mampu.
“Harapan kami, semoga mereka yang tertimpa bencana diberi kesembuhan, dan keluarga yang terdampak diberi kesehatan, kesabaran, dan ketabahan,” tuturnya.
Kegiatan ini digelar atas dasar kemanusiaan dan kepedulian bersama.Dengan berakhirnya kegiatan, Menyadi Haircut bersama para barber berharap donasi yang terkumpul dapat meringankan beban para korban bencana.
Mereka mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan saling membantu. Menurutnya, kalau bukan dari diri sendiri siapa lagi yang akan membantu para korban. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang bantu?,” tandasnya.(NURITA/R)









