PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bandara Tjilik Riwut menerapkan sejumlah strategi kesiapan operasi untuk menghadapi puncak pergerakan penumpang Nataru 2025/2026.

Strategi tersebut disampaikan dalam materi paparan rapat yang memuat pengecekan fasilitas keselamatan, keamanan, dan alat operasi secara berkala.

Kesiapan personel dilakukan melalui pola standby 24 jam dan pembagian tugas untuk penanganan cepat kondisi operasional dan pelayanan.

Pengaturan jam operasi fleksibel diterapkan untuk mengakomodasi peningkatan traffic penerbangan selama periode Nataru.

Monitoring runway dilakukan mulai dari kondisi permukaan, marka, rubber deposit, hingga visual lighting. Simulasi kesiapan turut dilakukan seperti uji fungsi generator set, UPS, serta pemeriksaan jalur kabel Airfield Lighting System.

Plt GM Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan menegaskan bahwa seluruh aspek operasional telah disiapkan untuk menghadapi lonjakan penumpang.

“Status siaga penuh ini disiapkan untuk memastikan operasional bandara tetap optimal, termasuk fleksibilitas penyesuaian jam operasional guna memenuhi kebutuhan extra flight serta layanan darurat maskapai,” tuturnya seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 12 Desember 2025. (HERMAWAN DP/j)