BORNEONEWS, Palangka Raya – BMKG Kalteng memperingatkan potensi cuaca ekstrem pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
BMKG menyampaikan bahwa periode tersebut berpotensi diwarnai curah hujan menengah hingga tinggi disertai angin kencang, kilat atau petir, serta peningkatan pembentukan awan konvektif.
Peringatan dini menyoroti potensi hujan lebat di sejumlah wilayah seperti Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Kota Palangka Raya.
BMKG menilai kondisi cuaca tersebut dapat memengaruhi operasional penerbangan terutama pada fase lepas landas dan pendaratan.
BMKG juga mengingatkan adanya risiko delay, pengalihan rute, dan pembatasan operasional pesawat tertentu akibat cuaca ekstrem.
Beberapa wilayah disebut memiliki potensi genangan dan banjir yang dapat mengganggu akses menuju bandara.
BMKG meminta seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi udara untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi demi kelancaran arus angkutan udara selama Nataru.
Sementara itu, Plt. GM PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan mengaskan status siaga penuh ini disiapkan untuk memastikan operasional bandara tetap optimal.
Termasuk fleksibilitas penyesuaian jam operasional guna memenuhi kebutuhan extra flight serta layanan darurat maskapai.
--page
“Kami mengantisipasi lonjakan penumpang dan telah menyiapkan seluruh aspek operasional mulai fasilitas, personel, hingga prosedur darurat,” tuturnya, Jumat, 12 Desember 2025. (HERMAWAN DP)









