JAKARTA –

BORNEONEWS, Bangkok - Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dijadwalkan akan melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Jumat pukul 21:30 waktu setempat.

Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow, yang menyebutkan bahwa AS diperkirakan akan mendorong gencatan senjata dalam pembicaraan itu.

Meski AS kemungkinan menginginkan konflik Thailand-Kamboja dihentikan, isu tersebut dinilai kompleks dan tidak memerlukan tindakan yang tergesa-gesa.

Sihasak mengatakan bahwa perdana menteri harus berkonsultasi dengan militer terlebih dahulu sebelum menentukan sikap Thailand.

Salah satu fokus utama pembicaraan itu adalah menjelaskan kepada AS tentang tindakan Thailand, terutama terkait tuduhan dari Kamboja.

--page

Sihasak menambahkan bahwa provokasi terus terjadi, padahal Thailand ingin hidup berdampingan secara damai.

Dia menegaskan bahwa Thailand akan mendengarkan setiap usulan dari AS, tetapi pada akhirnya keputusan apa pun harus didasarkan pada kepentingan nasional Thailand.

Thailand tidak akan menerima apa pun yang dipaksakan pihak asing, kata Sihasak.

Sumber: TNA/OANA/ANTARA