BORNEONEWS, Tamiang Layang – Wartawan Borneonews.co.id di Kabupaten Barito Timur, Agustinus Bole Malo, meraih Juara 1 Kategori Feature Wilayah Kalimantan Tengah untuk karya berjudul "Dari Kandang CSR ke Panggung Kemandirian: Cerita Sukses Kelompok Podho Mulyo di Taniran", pada Malam Anugerah Adaro Journalism Award (AJA) 2025 yang digelar di Hotel Aston Tanjung, Tabalong, Jumat, 12 Desember 2025.
Prestasi ini menegaskan kualitas karya jurnalistik Borneonews.co.id, sekaligus menjadi kebanggaan bagi dunia pers di Barito Timur.
Pada kategori yang sama, Juara 2 diraih Syarip Hidayat dari Sampurnanews.com, sementara Juara 3 diraih Akhmad Madani dari Tabirkota.com.
Selain Agustinus, dua wartawan Barito Timur lainnya turut mencatatkan prestasi, yakni Muhammad Zakirin yang meraih Juara 3 Kategori Hardnews dan Budi Irawan yang juga meraih Juara 3 Kategori Opini.
Head of Land and Community Management Department PT Adaro Indonesia, Djoko Susilo, mengatakan bahwa Adaro Jurnalism Award bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran dan peningkatan kapasitas bagi insan pers.
“AJA ini menjadi kesempatan untuk menambah ilmu para jurnalis, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi,” ujar Djoko dalam sambutannya.
Ia mengapresiasi meningkatnya antusiasme peserta dari tahun sebelumnya. Jumlah peserta yang sebelumnya hanya 30 orang untuk empat kategori lomba, tahun ini melonjak menjadi 51 peserta.
“Kami berterima kasih kepada dewan juri dari Kalsel dan Kalteng yang telah bekerja keras memberikan penilaian objektif terhadap semua karya,” tambahnya.
Djoko juga menekankan pentingnya wadah seperti AJA dalam mempererat komunikasi antarjurnalis dari berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana untuk saling mengenal, bertukar pikiran dan memperkuat jejaring kerja.
“Kalau tidak ada sarana komunikasi seperti ini, mungkin kita bertemu di mana pun tidak saling mengenal. Melalui ajang ini, kita bisa saling bertukar pikiran dan membangun hubungan yang baik,” ujarnya.
Terkait tema AJA 2025, “Mengabadikan Energi Kebaikan untuk Negeri”, Djoko menjelaskan bahwa tema itu mencerminkan pentingnya mengangkat nilai-nilai kebaikan dalam karya jurnalistik.
“Kebaikan, sekecil apa pun, adalah energi yang harus diabadikan. Ini menjadi warisan yang tetap hidup dan memberi manfaat jangka panjang bahkan setelah Adaro selesai beroperasi,” katanya.
Ia berharap penyelenggaraan AJA dapat terus berlanjut dengan inovasi agar semakin baik setiap tahunnya.
“Kami berdoa dan berharap kegiatan ini tetap ada tahun depan, bahkan lebih baik lagi. Terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis atas kerja sama dan sinergi dalam pemberitaan selama ini,” tutupnya. (REDAKSI)









