PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi momentum penting untuk menegaskan komitmen terhadap penguatan pendidikan inklusif dan perlindungan hak anak disabilitas.

Kegiatan yang digelar oleh SKH Negeri 1 Pangkalan Bun ini menghadirkan ruang ekspresi bagi anak-anak disabilitas untuk menunjukkan potensi dan membangun kepercayaan diri di hadapan publik.

Beragam penampilan ditampilkan para siswa, mulai dari fashion show, tarian, hingga pertunjukan vokal. Anak-anak tampil mengenakan busana daerah, menampilkan kekayaan budaya lokal sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik maupun sensorik bukan penghalang untuk berkarya dan berekspresi.

Kehadiran Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Sri Lestari, bersama jajaran pemerintah daerah menjadi sinyal dukungan terhadap penguatan pendidikan inklusif dan pemenuhan hak anak disabilitas.

Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada peningkatan fasilitas, program berkelanjutan, serta kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para orang tua siswa. Salah satunya Itapurwaningsih, orang tua anak disabilitas yang turut hadir, mengungkapkan rasa syukur atas adanya ruang inklusif bagi anak-anak mereka.

“Selama ini anak saya cenderung jarang bersosialisasi. Melalui kegiatan ini, saya sangat bersyukur karena ia mendapatkan ruang untuk belajar tampil dan membangun rasa percaya diri di depan umum. Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa lebih sering dan berkelanjutan, agar kreativitas anak-anak disabilitas terus tumbuh dan tersalurkan,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan semacam ini tidak hanya berdampak pada perkembangan anak, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi para orang tua bahwa anak-anak mereka memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

Melalui peringatan ini, SKH Negeri 1 Pangkalan Bun menegaskan peran sekolah sebagai ruang aman dan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

Sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga wadah membangun karakter, keberanian, dan kemandirian.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kobar ini menjadi pengingat bahwa inklusivitas bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui dukungan nyata, kolaborasi lintas sektor, serta kebijakan yang memberikan ruang tumbuh bagi anak-anak disabilitas agar dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. (SITI AKOBAH/R)