BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya telah melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penjajakan kerja sama antar daerah yang diharapkan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan penekanan inflasi di Kota Palangka Raya.
Menurut Sekretaris Daerah Palangka Raya Arbert Tombak, Kabupaten Barito Kuala memiliki berbagai komoditas surplus yang menarik perhatian. Daerah ini memiliki 30 lumbung padi, fasilitas penggilingan beras, dan telah menghasilkan beras kemasan.
"Selain itu, jeruk siam banjar yang dikenal manis juga menjadi produk unggulan, serta ikan bandeng, nila, dan haruan yang dipasarkan ke berbagai wilayah di Kalimantan," katanya, Minggu, 14 Desember 2025.
Sementara itu, Kabupaten Banjar diperkenalkan sebagai salah satu produsen terbesar ikan patin di Indonesia. Ikan patin di daerah ini dikembangkan di aliran sungai, yang menjadikannya memiliki rasa manis dan segar - bahkan Kota Palangka Raya merupakan salah satu pengonsumsi ikan patin asal Kabupaten Banjar.
Daerah ini juga menjadi pemasok ayam broiler/ras terbesar di Kalimantan dan memiliki produksi padi yang tinggi, yaitu sekitar 150 ribu ton per tahun.
Fokus utama kunjungan kerja ini adalah mengumpulkan informasi tentang komoditas surplus di kedua kabupaten tersebut.
"Informasi ini nantinya akan didalami lebih lanjut dan diikuti dengan perjanjian kerjasama, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR)









