BORNEONEWS, Palangka Raya - Di tengah gegap gempita wisuda IPB University, satu nama mencuri perhatian: Rizky Nabil Andhika. Lulusan Sekolah Bisnis ini berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK nyaris sempurna, 3,95. Namun, lebih dari sekadar angka, kisah Rizky adalah potret ketekunan, visi global, dan semangat pengabdian yang menginspirasi.
Mengawali masa pendidikannya di Pangkalan Bun, salah satu kota di Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Rizky menghabiskan masa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertamanya. Menuntut pendidikan di SD dan SMP Islam Terpadu Al Manar, Pangkalan Bun Rizky kemudian berpindah menuntut ilmu ke SMAN 1 Bandung.
Lulus dari SMAN 1 Bandung, Rizky kemudian mengawali perjalanannya dengan bekal akademik yang kuat dan nilai-nilai kepemimpinan yang tertanam sejak dini. Ketertarikannya pada dunia bisnis dan analitik membawanya memilih Sekolah Bisnis IPB sebagai tempat menimba ilmu.
“Saya ingin memahami bagaimana keputusan strategis dalam bisnis bisa menciptakan nilai dan keberlanjutan bagi masyarakat,” ungkap Rizky kepada Borneo News pada Minggu, 14 Desember 2025.
Di IPB, Rizky menemukan lingkungan belajar yang kompetitif namun suportif. Interaksi lintas latar belakang, metode pengajaran aplikatif, serta tantangan akademik dan organisasi membentuknya menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan berpikir strategis.
--page
Tak puas hanya dengan pencapaian lokal, Rizky memperluas cakrawala ke tingkat global. Ia terpilih sebagai penerima beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards atau IISMA dan berkesempatan belajar di Boston University. Di sana, ia mendalami manajemen, inovasi, dan keberlanjutan dalam perspektif internasional.
Tak hanya itu, Rizky juga mengikuti Studi Independen Business Intelligence di Jobhun Academy, memperkuat kemampuannya dalam analisis data dan pemecahan masalah bisnis berbasis teknologi.
Rizky bukan tipe mahasiswa yang hanya berkutat di ruang kelas. Ia aktif di berbagai organisasi seperti IPB Model United Nations Club, IPB Outsco, DPM SB, hingga HIPMI PT IPB. Ia juga terlibat dalam berbagai kepanitiaan dan proyek kampus, membuktikan bahwa kepemimpinan dan kolaborasi adalah bagian tak terpisahkan dari dirinya.
Pengalaman profesionalnya pun tak kalah impresif. Ia pernah magang di SD Guthrie Indonesia dan Levner Consulting, serta terlibat dalam proyek Kadeikra di PT Dharmasraya Sawit Lestari. Semua ini memperkaya pemahamannya tentang operasional bisnis dan kolaborasi akademik-industri.
Di luar akademik dan profesional, Rizky aktif dalam kegiatan sosial. Ia terlibat dalam Gerakan Mengajar Desa, SB Bergerak, dan IPB Goes to School. Kegiatan ini memperkuat komitmennya untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan.
--page
Kini, Rizky mengawali kariernya sebagai Management Trainee di Bank BRI, salah satu bank BUMN terkemuka di Indonesia. Baginya, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kompetensi profesional dan berkontribusi pada sektor keuangan nasional.
“Saya memiliki aspirasi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi, inovasi bisnis, dan pemberdayaan generasi muda Indonesia,” tuturnya lagi.
Kisah Rizky Nabil Andhika adalah bukti bahwa keberhasilan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang keberanian bermimpi besar, kerja keras, dan semangat memberi. Ia adalah representasi generasi muda yang tak hanya cerdas, tapi juga peduli dan berorientasi pada dampak. (TESTI PRISCILLA/j)









