KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP-3APPKB) Kabupaten Kapuas bersama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah baru-baru ini gencar melaksanakan kegiatan advokasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Kapuas. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan program BerBANGGA Akam Kalteng yang bertujuan meningkatkan kualitas dan ketahanan keluarga.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarto, telah memaparkan fenomena sosial yang dinilai cukup mengkhawatirkan di Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga, terjadi peningkatan jumlah kepala keluarga perempuan serta semakin banyak anak yang kehilangan peran ayah dalam kehidupan sehari-hari atau mengalami kondisi fatherless.

"Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak serius terhadap kualitas pengasuhan anak, perkembangan emosional, serta ketahanan keluarga secara keseluruhan," ungkapnya dalam kunjungan ke Yayasan Al Amin Kapuas, belum lama ini. 

Minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dinilai dapat memengaruhi pembentukan karakter anak dan meningkatkan risiko permasalahan sosial di kemudian hari. Oleh karena itu, diperlukan intervensi program yang mendorong peran aktif ayah dalam keluarga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DP-3APPKB Kabupaten Kapuas, dr. Tri Setyautami, menyampaikan bahwa advokasi dalam Program GATI merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. 

"Advokasi ini kami lakukan sebagai langkah strategis untuk mendorong perubahan perilaku, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan membangun lingkungan keluarga yang berkualitas," ucapnya.

Program GATI merupakan bagian dari Quick Win Kemendukbangga/BKKBN yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, hingga masyarakat. Melalui pendekatan advokasi dan edukasi, program ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan peran bersama antara ayah dan ibu secara seimbang. (SABRIANOOR/j)