BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan bahwa peringatan Natal Nasional 2025 mencerminkan arah besar kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kedaulatan bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Seminar Natal Nasional 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna Katedral Santa Maria, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, belum lama ini.
Kegiatan berskala nasional ini dilaksanakan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Dalam kapasitasnya sebagai dewan penasihat Panitia Natal Nasional, Qodari juga menyampaikan salam Presiden kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.
Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden, perayaan Natal 2025 mengedepankan nilai kesederhanaan, kepedulian sosial, dan keadilan. Karena itu, rangkaian kegiatan Natal Nasional tidak terpusat di Jakarta, melainkan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah kegiatan sosial turut digelar, antara lain penyaluran bantuan sembako, pemberian beasiswa, pengadaan ambulans, serta pelaksanaan berbagai seminar.
--page
Dalam pemaparannya, Qodari menguraikan visi dan program utama Presiden Prabowo yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok kecil dan rentan. Visi tersebut dirangkumnya dalam tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah kedaulatan nasional. Presiden menilai, kedaulatan hanya dapat terwujud apabila Indonesia mampu mandiri dalam bidang pangan, energi, dan pertahanan. Di sektor pangan, kebutuhan beras nasional sekitar 30 juta ton per tahun ditargetkan dapat terpenuhi, bahkan meningkat hingga 32–33 juta ton pada akhir 2025.
Di sektor pertahanan, pemerintah terus memperkuat sistem keamanan nasional, salah satunya melalui penambahan Komando Daerah Militer (Kodam), termasuk di wilayah Kalimantan Tengah.
Pilar kedua berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan keadilan sosial. Qodari menyebutkan bahwa pemerintah berupaya mendorong kenaikan pendapatan masyarakat melalui berbagai kebijakan, salah satunya pembentukan Koperasi Merah Putih.
Koperasi tersebut dirancang untuk menyerap hasil produksi masyarakat desa maupun perkotaan, sekaligus menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
--page
Pilar ketiga adalah visi Indonesia Maju 2045. Target ini, menurut Qodari, akan dicapai melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), yang pembentukannya dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Seminar Natal Nasional 2025 di Palangka Raya juga mengangkat subtema kearifan lokal, yakni “Falsafah Huma Betang dalam Membangun dan Membina Keluarga Mandiri di Kalimantan Tengah”. Qodari menilai filosofi Rumah Betang menjadi fondasi kuat tingginya toleransi dan keharmonisan sosial masyarakat Kalteng.
Ia menambahkan, rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 dilaksanakan di sembilan kota di Indonesia dengan tema besar “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang terinspirasi dari Matius 1:21–24. Tema ini diharapkan mampu memperkuat peran keluarga sebagai pusat pembentukan karakter, iman, dan ketahanan sosial bangsa.









