PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kecamatan Pangkalan Banteng yang menjadi pintu masuk sekaligus etalase terdepan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kini justru menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.

Kerusakan jalan terjadi pada ruas jalan depan Polsek Pangkalan Banteng hingga Bank BNI Karang Mulya, yang merupakan jalur kewenangan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kondisi jalan yang berlubang, dipenuhi kubangan, serta memiliki lubang dengan kedalaman cukup ekstrem dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kobar, Sri Lestari, yang meminta agar pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan.

Menurut Sri Lestari, banyak pengendara enggan melintasi ruas jalan tersebut karena khawatir terjadi kecelakaan, terutama bagi kendaraan yang membawa muatan berat.

Bahkan, sebagian pengendara memilih melawan arah untuk menghindari jalan rusak, yang justru meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Banyak pengendara tidak mau melewati jalan ini karena penuh kubangan dan lubang-lubang yang sangat dalam. Akibatnya, mereka terpaksa melawan arah, dan kondisi ini sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan hingga merenggut nyawa pengendara lain,” kata Sri Lestari.

Ia menegaskan, sebagai pintu masuk Kabupaten Kotawaringin Barat, kondisi jalan di Pangkalan Banteng seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Jalan yang rusak parah dinilai mencoreng wajah kabupaten sekaligus mengancam keselamatan masyarakat.

“Pangkalan Banteng ini etalase terdepan Kobar. Kalau jalannya seperti ini, tentu sangat memprihatinkan. Jalan yang menjadi kewenangan kabupaten harus segera difungsionalkan kembali karena kondisinya saat ini sudah sangat tidak layak,” tegasnya.

Sri Lestari juga mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar untuk segera mengalokasikan anggaran, setidaknya untuk perawatan darurat dalam waktu dekat.

Hal ini dinilai penting mengingat akan segera memasuki masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, di mana arus lalu lintas dipastikan meningkat.

“Kami berharap dinas teknis, khususnya PUPR, bisa mengalokasikan anggaran. Paling tidak dilakukan perawatan jangka pendek. Sebentar lagi libur Natal dan Tahun Baru, arus lalu lintas di Pangkalan Banteng pasti akan sangat padat,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, ia mendorong agar dilakukan penimbunan pada lubang-lubang jalan yang cukup dalam guna meminimalkan risiko kecelakaan. Menurutnya, upaya tersebut dapat menjadi solusi sementara sembari menunggu perbaikan permanen.

“Kami mendorong dilakukan penimbunan pada lubang-lubang yang dalam untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (DANANG/j)