SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Motoprix Kotim Open Race tidak hanya menjadi ajang hiburan otomotif, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah pencarian bakat pembalap muda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Ketua Pengcab IMI Kotim, Angga Aditya Nugraha, mengatakan Motoprix Kotim Open Race digelar untuk menjaring potensi pembalap lokal.

“Event ini kita mencari bakat-bakat yang terpendam di Kotawaringin Timur. Event ini awalnya event Gubernur, kami dukung juga. Ini juga bagian dari persiapan untuk Porprov di Pangkalan Bu,” kata Angga, Senin, 15 Desember 2025.

Motoprix Kotim Open Race digelar 13-14 Desember 2025 dengan 462 starter dari 21 kelas yang diperlombakan. Dari puluhan kelas tersebut, panitia menyiapkan 2 kelas khusus untuk pembalap lokal dari Kotim, Katingan, Seruyan dan Kotawaringin Barat.

Kelas lokal tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana potensi atlet Kotim dalam bersaing di Kalimantan Tengah.

Di kelas lokal, pembalap asal Kotim Muhammad Nur Hidayat berhasil meraih juara umum dengan total perolehan 45 poin dari 2 kelas lokal yang diperlombakan.

Sementara itu, Kepala Dispora Kotim M Irfansyah menegaskan, ajang balap motor seperti Motoprix memiliki peran penting dalam pembinaan prestasi olahraga, khususnya di kalangan generasi muda.

“Kami mendukung kegiatan ini karena mampu meningkatkan prestasi sekaligus memunculkan bakat-bakat anak muda Kotim,” ujarnya.

Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter, menilai Motoprix Kotim Open Race sangat strategis sebagai ajang seleksi atlet jelang Porprov 2026. Menurutnya, antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga balap motor.

“Ini event jelang Porprov 2026 di Kotawaringin Barat. KONI Kotim sangat mendukung. Di akhir tahun ini kita memang melakukan seleksi atlet, dan antusiasme masyarakat serta penggemar road race sangat luar biasa,” kata Alexius.

Ia menyebutkan, antusias peserta Motoprix Kotim Open Race tampak karena tidak hanya berasal dari Kalimantan, tetapi juga dari Pulau Jawa hingga Papua.

Meski demikian, Alexius berharap ke depan pelaksanaan event serupa tidak lagi menggunakan sirkuit non permanen di Taman Kota Sampit. Ia mendorong agar ke depan tersedia venue balap yang lebih layak dan representatif.

“Harapan kami ke depan kegiatan ini tetap berjalan, tetapi tidak lagi di Taman Kota Sampit. Kita berharap sudah ada venue yang lebih layak. Sirkuit sebenarnya sudah ada, tinggal dioptimalkan. Untuk urusan venue itu kewenangan Dispora, sementara KONI fokus pada pembinaan, pelatihan, dan penyiapan atlet,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)