PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menggelar Sosialisasi Seleksi Calon Lembaga Penyelenggara Program Pengembangan Sumber Daya Manusia atau SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Komite Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit atau PKS, jajaran BPDP, serta pimpinan lembaga pendidikan dan pelatihan dari seluruh Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah. Dalam sambutannya, ia menegaskan penguatan SDM menjadi fondasi utama bagi industri sawit nasional yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

"Kualitas lembaga penyelenggara program pelatihan akan sangat menentukan capaian peningkatan kompetensi pelaku sawit, mulai dari hulu hingga hilir. Karena itu, proses seleksi harus berjalan transparan dan akuntabel," kata Alfansyah dalam rilisnya pada Senin, 15 Desember 2025.

Usai pembukaan, sosialisasi dilanjutkan dengan dua sesi utama. Sesi pertama menghadirkan paparan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian terkait mekanisme seleksi calon lembaga penyelenggara program pengembangan SDM sawit.

Paparan tersebut disampaikan oleh Koordinator Pengembangan Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan, Mula Putera. Ia menjelaskan tahapan seleksi, persyaratan administrasi, serta aspek teknis yang menjadi perhatian dalam penilaian lembaga.

Sesi kedua diisi pemaparan Komite Pengembangan SDM PKS dan BPDP mengenai kriteria lembaga penyelenggara, pedoman penilaian, serta tata cara pengusulan proposal. Materi disampaikan oleh Plt Kepala Divisi Penyaluran Dana Pengembangan SDM Perkebunan BPDP, Lucki Bagus, serta Ketua Komite Pengembangan SDM PKS, Darmansyah Basarudin. Sosialisasi ini diharapkan mendorong partisipasi lembaga yang kompeten untuk mendukung peningkatan kualitas SDM perkebunan kelapa sawit nasional. (TESTI PRISCILLA/j)