SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mencatat peningkatan jumlah penduduk miskin pada tahun 2025. Peningkatan tersebut membuat Kabupaten Kotim menduduki peringkat empat besar tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2025.

"Penambahan jumlah penduduk miskin di Kotim ada 1.010 jiwa atau naik 0,17 persen poin menjadi 27.700 jiwa atau 5,83 persen dari sebelumnya 26.690 jiwa (5,66 persen) pada tahun 2024. Kondisi ini menempatkan Kotim sebagai kabupaten keempat dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah, " ucap Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi, Senin,  15 Desember 2025.

Ia menyampaikan ada enam kabupaten di Kalteng berhasil menurunkan angka kemiskinan pada tahun 2025, beberapa kabupaten lainnya justru mengalami kenaikan, termasuk Kotim.

Enam kabupaten jumlah penduduk miskinnya menurun, yaitu Barito Utara, Sukamara, Seruyan, Gunung Mas, Barito Timur, dan Murung Raya. 

Sementara kabupaten yang mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin di antaranya adalah Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, Barito Selatan, Mandau, Katingan, Pulang Pisau, dan Palangkaraya. 

Secara umum, persentase penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Tengah meningkat tipis dari 5,17 persen pada 2024 menjadi 5,19 persen pada 2025. Kabupaten Seruyan menduduki peringkat pertama dengan angka kemiskinan tertinggi, diikuti oleh Murung Raya, Barito Timur, dan Kotawaringin Timur sebagai peringkat keempat.

“Untuk Kabupaten Kotawaringin Timur, persentase penduduk miskin pada 2025 tercatat 5,83 persen, naik dari 5,66 persen tahun sebelumnya. Kenaikan ini tentu menjadi perhatian dalam perencanaan program penanggulangan kemiskinan yang kami prioritaskan dalam pembangunan daerah,” tambah Umar.

Data BPS Provinsi Kalteng menunjukkan peringkat kabupaten berdasarkan angka kemiskinan tahun 2025 sebagai berikut Seruyan 6,72 persen, Murung Raya 6,19 persen, Barito Timur 6,10 persen, dan Kotawaringin Timur 5,83 persen.

Umar menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat sinergi dan upaya penanggulangan kemiskinan.

 “Kami akan mengoptimalkan program pembangunan yang sejalan dengan kebijakan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan mereka,” kata Umar. (DEVIANA/y)