PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menyikapi beredarnya informasi di media sosial terkait dugaan aksi pembegalan di kawasan Bundaran Kapal, Kecamatan Kumai dan sekitarnya, jajaran Polsek Kumai, Polres Kotawaringin Barat (Kobar), meningkatkan patroli di daerah yang dianggap rawan.

Kapolsek Kumai, Iptu Stefanus Rantealo mengatakan, peningkatan patroli ini dilakukan sejak beberapa waktu lalu sebagai respons atas keresahan masyarakat yang ramai dibicarakan di media sosial Pangkalan Bun dan wilayah sekitarnya.

“Kami menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan aksi begal. Untuk itu, Polsek Kumai meningkatkan patroli, terutama di area dan jam rawan, guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas,” ujar Kapolsek.

Kapolsek melanjutkan, patroli difokuskan pada sejumlah sasaran, di antaranya kawasan rawan kejahatan, pemukiman penduduk, wilayah perkantoran, objek vital, hingga pusat-pusat keramaian yang berpotensi menjadi lokasi tindak kriminal.

“Patroli ini kami laksanakan secara menyeluruh termasuk di wilayah lyang dinilai rawan, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” jelas Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, kegiatan patroli dan upaya kepolisian lainnya akan terus ditingkatkan secara rutin sebagai bentuk komitmen Polsek Kumai dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya saat beraktivitas sehari-hari.

“Kegiatan ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat. Harapan kami, potensi tindak kriminalitas bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila mengalami, melihat, atau mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan sekitar.

“Apabila masyarakat mengalami atau mengetahui kejadian tindak kriminal, segera laporkan ke pihak kepolisian agar dapat segera kami tindak lanjuti. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)