BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Tomy Irawan, menekankan pentingnya upaya pencegahan praktik bullying di lingkungan sekolah. Menurutnya, langkah ini sangat krusial untuk melindungi kesehatan mental pelajar dan menciptakan suasana belajar yang aman.
Tomy Irawan menyatakan bahwa bullying tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pelajar, tetapi lebih banyak memberikan dampak buruk pada kesehatan mental yang dapat bertahan lama.
"Dampak tersebut antara lain kecemasan, depresi, dan kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya," katanya, Senin, 15 Desember 2025.
Menurutnya, komitmen dari semua pihak sangat diperlukan untuk menekan angka bullying di sekolah. Tidak hanya guru dan staf sekolah, tetapi juga orang tua, teman sebaya, dan masyarakat sekitar perlu terlibat aktif dalam upaya pencegahan.
Tomy juga mengungkapkan harapan agar sekolah-sekolah di Kalimantan Tengah dapat menyiapkan program pendidikan dan pendekatan yang tepat untuk mencegah bullying. Program tersebut bisa berupa pelatihan tentang sikap saling hormat, mediasi konflik, dan peningkatan kesadaran tentang dampak bullying.
Komisi III DPRD Kalteng sendiri, lanjut Tomy, siap memberikan dukungan dan pengawasan agar kebijakan pencegahan bullying di sekolah dapat terlaksana dengan baik.
Ia berharap, pemerintah provinsi dan kota juga dapat menyediakan kebijakan dan sumber daya yang memadai untuk mendukung upaya ini.
"Semua upaya pencegahan bullying diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, inklusif, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan pelajar secara optimal, terutama dalam hal kesehatan mental yang menjadi landasan bagi kesuksesan masa depan mereka," pungkasnya. (PATHUR/Y)









