PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Provinsi Kalimantan Tengah, Nurhalina menegaskan pentingnya membangun budaya politik yang berintegritas dan taat aturan dalam setiap tahapan kepemiluan.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber secara daring pada kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah atau Rakoorwil Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia atau DPW PSI Kalimantan Tengah pada Senin, 15 Desember 2025.

Dalam paparannya, Nurhalina menyampaikan bahwa partai politik memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi.

"Konsolidasi organisasi yang dilakukan PSI harus sejalan dengan komitmen untuk mencegah pelanggaran pemilu sejak dini, terutama dalam proses pembentukan dan penguatan struktur kepengurusan," kata Nurhalina.

Ia menekankan, Bawaslu tidak hanya berperan dalam penindakan, tetapi juga mengedepankan fungsi pencegahan melalui edukasi dan pengawasan partisipatif. Karena itu, partai politik diharapkan memahami dan mematuhi seluruh ketentuan perundang-undangan agar tahapan pemilu berjalan jujur dan adil.

“Penguatan struktur partai hingga ke tingkat paling bawah harus dibarengi dengan pemahaman regulasi kepemiluan, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujar Nurhalina lagi.

Nurhalina juga mengingatkan pentingnya etika politik dalam setiap aktivitas kepartaian, termasuk dalam proses rekrutmen kader dan penggalangan dukungan. Politik yang berintegritas, menurutnya, akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap partai politik dan penyelenggaraan pemilu.

Rakoorwil DPW PSI Kalimantan Tengah tersebut merupakan bagian dari amanat DPP PSI untuk memantapkan kepengurusan periode 2025–2030. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran PSI di daerah mampu menjalankan peran politiknya secara bertanggung jawab, selaras dengan prinsip demokrasi dan pengawasan pemilu yang berkeadilan. (TESTI PRISCILLA/H)