JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Berkah Mulya Jaya atau BMJ mengalokasikan sebagian dana insentif sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO untuk mendukung pengelolaan lingkungan, termasuk hutan desa dan program pra-pelepasliaran orangutan di Pulau Salat, Kalimantan Tengah.

Inisiatif ini merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG dalam praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di tingkat pekebun swadaya.

"Sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan lingkungan, BUMDes BMJ mengalokasikan dana sebesar Rp21 juta yang diperuntukkan bagi kegiatan pengelolaan lingkungan, mencakup dukungan hutan desa serta penyediaan pakan dan kegiatan pendukung konservasi orangutan dalam masa pra-pelepasliaran," kata Direktur BUMDes Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi dalam rilis pada Senin, 15 Desember 2025.

Program konservasi orangutan di Pulau Salat tersebut merupakan bagian dari inisiatif kemitraan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF, sementara BUMDes Berkah Mulya Jaya berkontribusi melalui dukungan pendanaan pengelolaan lingkungan dari dana insentif RSPO.

Program ini bertujuan menjaga keanekaragaman hayati, melindungi satwa yang terancam punah, serta mendukung keseimbangan ekosistem di Kalimantan Tengah

Bagi para pekebun swadaya yang tergabung dalam BUMDes BMJ, alokasi dana lingkungan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial kolektif.

"Selain meningkatkan kesejahteraan pekebun swadaya melalui insentif RSPO, inisiatif ini juga memperkuat peran masyarakat desa dalam mendukung upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional mereka," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)