SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah penumpukan sampah di kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kotim, Rihel, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim terkait penyediaan sarana kebersihan, khususnya tempat pembuangan sampah di kawasan pantai yang diprediksi akan dipadati pengunjung.

“Untuk persiapan tahun ini, terutama kunjungan ke Pantai Ujung Pandaran, kami sudah berkomunikasi dengan DLH berkaitan dengan penyediaan bak sampah, baik berupa tong sampah maupun plastik,” ujar Rihel, Senin, 15 Desember 2025.

Selain itu, Disbudpar Kotim telah mengikuti rapat koordinasi persiapan libur Nataru yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati, pada pekan lalu. Salah satu pembahasan dalam rapat tersebut yaitu kesiapan menyambut lonjakan wisatawan saat Natal dan pergantian tahun.

Rihel menyebut, pengamanan dan ketertiban juga menjadi perhatian utama. Petugas gabungan akan mulai bergeser ke kawasan Pantai Ujung Pandaran menjelang malam pergantian tahun, mengingat lokasi tersebut biasanya mulai ramai sejak malam tanggal 31 Desember.

“Tim gabungan nantinya akan disiagakan di sana melibatkan unsur SAR, Ditpolairud, BPBD, Satpol PP, serta pihak terkait lainnya untuk menyambut malam Tahun Baru,” tambahnya.

Terkait persoalan sampah yang kerap berulang setiap musim liburan, Rihel menegaskan pihaknya tidak akan berhenti memberikan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan agar lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola dan pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan kesadaran dari para pengunjung untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kalau tidak ada kesadaran dari masing-masing pengunjung, persoalan sampah ini tentu sulit diatasi. Jadi perlu kerja sama yang baik antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat,” ujarnya.

Disbudpar Kotim bersama pengelola wisata telah menyiapkan sejumlah tempat sampah di kawasan pantai.

Selain itu, pihaknya juga secara resmi telah meminta dukungan DLH Kotim yang menyatakan kesiapan untuk menyiapkan tong sampah tambahan hingga kendaraan pengangkut sampah jika diperlukan.

“Sudah kita komunikasi dengan DLH. Mungkin nanti DLH yang akan mengambil sampah untuk mengangkutnya. Tidak menutup kemungkinan apakah dibawa ke Sampit atau nanti disiapkan di sekitar kecamatan untuk membuang sampahnya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)