BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Sustainability PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, Henky Satrio, menilai alokasi dana RSPO oleh BUMDes Berkah Mulya Jaya atau BMJ untuk konservasi orangutan sebagai bukti bahwa penerapan ESG dapat dimulai dari tingkat desa.
Menurut Henky, pendampingan terhadap pekebun swadaya bertujuan memastikan praktik keberlanjutan dijalankan konsisten, selaras dengan standar RSPO dan ISPO, serta mematuhi aspek lingkungan dan sosial.
“Peningkatan penjualan Book and Claim yang disertai alokasi dana konservasi menunjukkan tata kelola berkelanjutan yang inklusif dan berdampak nyata bagi lingkungan,” ujar Henky dalam rilisnya pada Senin, 15 Desember 2025.
Ia menegaskan, dukungan BUMDes BMJ terhadap program pra-pelepasliaran orangutan di Pulau Salat turut memperkuat upaya perlindungan keanekaragaman hayati di Kalimantan Tengah.
Henky menilai keterlibatan masyarakat desa menjadi kunci keberhasilan. Melalui pengelolaan insentif yang akuntabel, pekebun swadaya tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga berperan aktif dalam konservasi.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan berbasis masyarakat, sekaligus mendukung agenda nasional perlindungan lingkungan,” pungkasnya.(TESTI PRISCILLA/R)









