BORNEONEWS, Banjarbaru – Kantor Bea Cukai Banjarmasin terus memperkuat peran dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, agar mampu menembus pasar ekspor dan bersaing di tingkat internasional.
Kepala Kantor Bea Cukai Banjarmasin, Tonny Riduan P Simorangkir, mengatakan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk meningkatkan kesiapan UMKM dalam menjalankan aktivitas ekspor.
“Kami memberikan asistensi agar UMKM memiliki pemahaman yang baik dan siap masuk ke pasar global,” ujarnya di Banjarbaru, Senin, 16 Desember 2025.
Puluhan UMKM yang mengikuti program pendampingan tersebut berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari produk makanan, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya yang memiliki potensi ekspor.
Dalam kegiatan ini, Bea Cukai Banjarmasin memberikan pembekalan terkait ketentuan dan prosedur ekspor, termasuk tahapan registrasi kepabeanan serta pemenuhan dokumen persyaratan sesuai dengan negara tujuan ekspor.
“Pendampingan ini kami lakukan agar proses ekspor dapat dipahami dengan lebih sederhana dan tidak menjadi kendala bagi pelaku usaha,” jelas Tonny.
Ia berharap, pemberian fasilitas dan asistensi kepabeanan yang tepat dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut, Tonny menegaskan bahwa peran Bea dan Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance diwujudkan melalui dukungan nyata kepada UMKM dan industri dalam negeri, sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional.
“Ini adalah bentuk komitmen Bea dan Cukai dalam membantu pelaku usaha agar mampu bersaing dan menembus pasar internasional,” pungkasnya.









