BORNEONEWS, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik di wilayah tersebut mengalami pertumbuhan signifikan pada Oktober 2025. Total penumpang tercatat mencapai 239.300 orang, atau meningkat 9,16 persen dibandingkan September 2025.
Kepala BPS Kalimantan Timur, Yusniar Juliana, mengatakan kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya pergerakan penumpang di seluruh bandara yang beroperasi di Kalimantan Timur.
“Seluruh bandara di Kaltim mencatat kenaikan jumlah penumpang. Peningkatan tertinggi terjadi di Bandara Melalan, Kutai Barat,” ujar Yusniar di Samarinda, Selasa, 16 Desember 2025.
Menurut data BPS, Bandara Melalan Kutai Barat mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,93 persen, disusul Bandara Sepinggan Balikpapan yang naik 9,76 persen, serta Bandara APT Pranoto Samarinda sebesar 9,63 persen.
Sementara itu, peningkatan juga tercatat di Bandara Datah Dawai Mahakam Ulu sebesar 2,28 persen dan Bandara Kalimarau Berau sebesar 1,76 persen.
Yusniar menambahkan, hingga saat ini Bandara Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda masih menjadi pintu utama pergerakan penumpang udara domestik di Kalimantan Timur.
“Dua bandara tersebut masih mendominasi lalu lintas penumpang udara di Kaltim,” katanya.
Berdasarkan catatan BPS, jumlah penumpang domestik terbanyak melalui Bandara Sepinggan Balikpapan mencapai 181.177 orang, atau sekitar 75,71 persen dari total penumpang udara domestik. Sementara Bandara APT Pranoto Samarinda melayani 38.375 penumpang, atau 16,04 persen dari total.
Di sektor angkutan laut dalam negeri, jumlah penumpang pada Oktober 2025 tercatat 39.648 orang, meningkat 4,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah penumpang di Pelabuhan Samarinda sebesar 13,37 persen dan Pelabuhan Semayang Balikpapan sebesar 4,13 persen. Sebaliknya, Pelabuhan Bontang–Lok Tuan mengalami penurunan penumpang sebesar 8,03 persen.
Secara kumulatif, selama periode Januari–Oktober 2025, jumlah penumpang angkutan laut domestik di Kalimantan Timur meningkat 21,70 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Pelabuhan Bontang–Lok Tuan sebesar 29,92 persen, disusul Pelabuhan Semayang Balikpapan sebesar 28,80 persen, dan Pelabuhan Samarinda sebesar 1,25 persen.
Sementara itu, volume angkutan barang laut dari Kalimantan Timur pada Oktober 2025 tercatat mencapai 9.733,60 ribu ton, atau meningkat 3,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan volume barang tercatat di sejumlah pelabuhan, antara lain Pelabuhan Sangatta sebesar 43,86 persen, Kariangau 29,68 persen, Bontang 27,77 persen, Sangkulirang 19,96 persen, Tanjung Santan 16,53 persen, serta Tanah Grogot 3,72 persen.
Di sisi lain, penurunan volume barang terjadi di Pelabuhan Tanjung Redeb sebesar 14,59 persen, Kuala Samboja 12,20 persen, Samarinda 5,79 persen, dan Semayang 0,42 persen.
Untuk angkutan barang laut dalam negeri, Pelabuhan Kuala Samboja masih menjadi yang terbesar dengan volume 2.875,73 ribu ton, atau 29,54 persen dari total angkutan. Pelabuhan lain dengan kontribusi besar antara lain Sangkulirang, Sangatta, Tanjung Redeb, dan Tanah Grogot.
ANTARA









