BORNEONEWS, Palangka Raya - Di sebuah sudut Kota Palangka Raya, tangan-tangan terampil para perajin rotan terus bergerak merangkai helai demi helai rotan menjadi karya bernilai tinggi. Dari bahan alami khas Kalimantan Tengah itu, lahir tas, sepatu, hingga produk fesyen dan kerajinan yang tak hanya memikat pasar lokal, tetapi juga mulai dilirik sebagai produk berdaya saing global.
Potensi tersebut terlihat jelas saat Ketua Tim Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengunjungi Indang Apang Galeri, salah satu UMKM anyaman rotan di Palangka Raya, Selasa, 16 Desember 2025. Di hadapan deretan produk yang tertata rapi, Evita menilai hasil karya perajin Kalteng memiliki kualitas pengerjaan yang halus dan karakter desain yang kuat.
“Produk-produk anyaman rotan di sini memiliki kualitas yang sangat baik. Ini bukan sekadar kerajinan tradisional, tapi sudah layak bersaing di pasar global,” ujar Evita usai peninjauan.
Bagi Evita, kekuatan anyaman rotan Kalteng tidak hanya terletak pada bahan baku yang melimpah, tetapi juga pada kreativitas perajin dalam mengolah rotan menjadi produk bernilai tambah. Sentuhan estetika lokal yang dipadukan dengan desain modern membuat produk-produk tersebut memiliki identitas yang khas dan mudah dikenali.
Namun, di balik potensi besar itu, Evita menilai masih ada tantangan yang harus dijawab bersama, terutama soal akses pasar. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan produk-produk UMKM tidak berhenti di etalase galeri, tetapi mampu menembus pameran nasional hingga internasional.
“Kalau produknya sudah bagus tapi tidak dipasarkan dengan baik, tentu potensinya tidak maksimal. Di sinilah peran pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi pemasaran dari pemerintah menjadi sangat penting,” katanya.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu juga mendorong kolaborasi antara pelaku UMKM dan desainer profesional. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat mengangkat anyaman rotan menjadi produk premium bernilai tinggi, sekaligus meningkatkan daya saing dan harga jual produk lokal.
“Dengan desain yang tepat, anyaman rotan bisa menjadi barang fesyen atau interior kelas atas. Ini akan menaikkan nilai produk sekaligus memperluas segmen pasar,” ujarnya.
Selain dukungan pemerintah dan inovasi desain, Evita menilai peran media juga tak kalah penting. Media nasional dan daerah seperti ANTARA, TVRI, dan RRI dinilai memiliki kontribusi strategis dalam memperkenalkan produk UMKM ke khalayak yang lebih luas.
Publikasi yang konsisten, kata dia, akan membantu membuka peluang pasar baru dan memperkuat citra produk lokal sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif nasional.
Di akhir kunjungannya, Evita memastikan bahwa aspirasi para pelaku UMKM di Kalimantan Tengah tidak berhenti di lapangan. Seluruh masukan yang diterima akan dibawa ke tingkat pusat untuk dibahas lebih lanjut, agar kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada penguatan UMKM.
“Produk lokal Kalteng punya potensi besar. Aspirasi pelaku UMKM sudah kami serap dan akan kami perjuangkan agar mereka bisa terus berkembang dan dikenal hingga pasar dunia,” pungkasnya.









